Chaptered · FanFiction

[Chaptered] Not Desirable Demeanor (Chapter 1)


not desirable demeanor cover

 

 

Tittle : Not Desirable Demeanor (Chapter 1)

Main Cast : Choi Jinri (Sulli-f(x)) & Jung Soojung (Krystal-f(x)), Lee Taemin (Taemin-Shinee), Choi Minho (Minho-Shinee), Park Sunyoung (Luna-f(x)), Park Jiyeon (Jiyeon-T-ara)

Support Cast : Lee Jonghyun (Jonghyun-Shinee), Bae Suji (Suzy-Miss A), Lee Jieun (IU)

Genre : Friendship, Romance, School life

Rating : PG 13

Length : Chapter (Series)

Disclaimer : ini ff aku bikin udah rada lama, tapi baru berani di post… aduh XD… maaf juga kalo rada aneh, hope you like this ^^

 

 

 

Jinri dan Soojung, dua bersahabat yang baru saja lulus smp. Mereka sedang asik berbincang – bincang di taman sambil memakan es krim

“Jinri-ya, kau mau masuk ke smp mana nanti?” Tanya Soojung.

“Mm.. ah, sma Kinhwa. Kamu?” balas Jinri.

“Keurae? Aku juga masuk sma Kinhwa! Wah, kita satu sekolah Jinri-ya!” ucap Soojung gembira.

“Kalau begitu, mulai minggu depan kita berangkat bersama ya!” ucap Jinri.

 

~~~~

 

@Hari pertama masuk sekolah

Bel masuk sudah berbunyi. Jinri dan Soojung masuk kelas yang sama. Mereka duduk bersebelahan dan terlihat gembira sekali. Tak lama kemudian, Jung songsaengnim yang akan menjadi wali kelas mereka memasuki kelas.

“Annyeonghaseyo, naneun Jung Minji imnida. Saya akan menjadi wali kelas kalian. Selamat datang di sma kinhwa. Sekarang kalian bukan lagi murid smp, jadi kalian harus lebih giat belajar, arasseo?” ucap Jung songsaengnim.

“Nde, arasseo!” ucap semuanya serempak.

“Baiklah. Kalau begitu alangkah baiknya jika kita berkenalan terlebih dahulu. Saya akan membacakan absen.”

“Bae Suji.” “Hadir.”

“Choi Jinri.” “Hadir.”

“Choi Junhong.” “Hadir.”

“Do Kyungsoo.” “Hadir.”

“Hong Yookyung.” “Hadir.”

“Im Jaebum.” “Hadir.”

“Jung Daehyun.” “Hadir.”

“Jung Eunji.” “Hadir.”

“Jung Soojung.” “Hadir.”

“Kim Jongin.” “Hadir.”

“Kwon Sohyun.” “Hadir.”

“Lee Jieun.” “Hadir.”

“Lee Sungjong.” “Hadir.”

“Lee Taemin.” “Hadir.”

“No Minwoo.” “Hadir.”

“Oh Sehun.” “Hadir.”

“Park Jiyeon.” “Hadir.”

“Park Sunyoung.” “Hadir.”

“Son Naeun.” “Hadir.”

“Jadi semuanya ada 18 siswa ya.”

 

@Istirahat

Bel istirahat berbunyi. Semua anak – anak berhamburan keluar kelas, kecuali Taemin, Jinri, Soojung dan Sunyoung.

“Kau Soojung kan? Dan kau Jinri kan?” Tanya Sunyoung.

“Nde, kau pasti Park Sunyoung?” Tanya Soojung.

“Nde! kalian sepertinya dari tadi aku perhatikan diam saja. Waeyo?”

“Aniyo, gwenchana. Mungkin kami hanya masih canggung.” Jawab Soojung.

“Benar, terlihat dari cara bicaramu itu, kaku sekali! Mulai sekarang jangan canggung lagi denganku, kita sekarang berteman! Ottae?” Tanya Sunyoung sambil melirik Soojung dan Jinri.

“Dwaetseoyo, aku mau. Kau juga kan Jinri-ya?” Tanya Soojung sambil menyenggol bahu Jinri yang sedari tadi melamun menatap Taemin.

“Ah, nde! wae?!” ucap Jinri kaget.

“Kau mau kan jadi temanku?” Sunyoung mengulangi pertanyaannya.

“Tentu saja.” Jawab Jinri singkat lalu kembali menatap Taemin.

“Ah, kau sedang memperhatikan siapa?” goda Sunyoung.

“Neomu boshitta… dia Lee Taemin kan?” ucap Jinri.

“Kau menyukainya? Wah… beruntung sekali kau kenal denganku! Aku ini teman smp nya!” ucap Sunyoung.

“Jinjjayo? Dia itu orangnya seperti apa?” Tanya Jinri penasaran.

“Sangat dan sangaaaaattt pendiam!”

“Keurae? Pasti sulit mendekatinya!” Jinri mengembungkan pipinya.

“Jinri-ya, nanti pulang sekolah temani aku ke toko buku ya!” ucap Soojung.

“Arasseo.”

 

@Pulang sekolah.

Semua siswa membereskan buku dan alat tulis masing – masing. Sementara Jinri masih belum berhenti menatap Taemin. Dia begitu menyukai Taemin.

“DORR!!” Sunyoung mengguncang bahu Jinri sehingga Jinri kaget.

“Aish, kau ini! Aku jadi kaget.” Ucap Jinri.

“Kau masih belum berhenti juga menatap Taemin? Sudahlah, dia itu tipe namja yang sulit jatuh cinta.” Ucap Sunyoung.

“Aku akan membuatnya jatuh cinta padaku!” Jinri kemudian menghampiri Taemin yang sedang memberaskan buku pelajaran.

“Annyeong!” sapa Jinri. Taemin diam saja.

“Aku ingin berteman denganmu, joneun Choi Jinri imnida!” Jinri mengulurkan tangannya.

Lagi – lagi Taemin tidak menjawab. Dia langsung pergi meninggalkan Jinri.

“Aaaahh…shhh… ck! Memang benar ya kata Sunyoung, sulit mendekati namja robot sepertimu!” ucap Jinri keras.

Taemin yang sudah di depan pintu menghentikan langkahnya, lalu berbalik menatap Jinri tajam.

“Mwo? Kau bilang apa tadi?”

“Nde, kau itu robot! Sulit sekali bicara denganmu tahu!”

“Kalau begitu jangan bicara denganku.” Ucap Taemin dingin lalu meninggalkan kelas.

“WAHAHAHA…. Sudah kuberitahu Jinri-ya, kau ini masih tidak mengerti juga yah?” Sunyoung tertawa.

“Sunyoung-ah, apa waktu smp dia punya teman?” Tanya Jinri pada Sunyoung, dia tidak mempedulikan tawa Sunyoung yang sedang meledak (?) saat itu.

“Ah, sudahlah. Kajja Jinri-ya! Kita ke toko buku! Annyeonggi gaseyo Sunyoung-ah!” ucap Soojung seraya menarik tangan Jinri.

 

~~~~

     Tiga bulan berlalu. Jinri dan Soojung semakin betah di sekolah barunya itu. mereka punya banyak teman. Tapi sayangnya, di kelas mereka itu sekarang terbentuk sebuah geng. Geng yang terdiri dari tiga yeoja, Jiyeon, Suji, dan Jieun. Mereka memiliki sifat yang angkuh. Geng mereka cukup terkenal sampai di kalangan kakak kelas. Bagaimana tidak? Anggotanya merupakan tiga yeoja cantik, pintar, dan kaya.

 

Suatu hari, Jieun terjatuh dari sepedanya. Dia baru saja mampir ke supermarket. Jinri dan Soojung yang sedang berjalan pun melihat Jieun yang terluka.

“Aigoo, Jieun-ah gwenchanayo?” Tanya Jinri.

“Ah, lututku berdarah… sakit sekali!” jawab Jieun.

“Aku akan mengobatimu. Kajja kita ke rumahku.” Jinri membantu Jieun berdiri, sedangkan Soojung membawa sepeda Jieun.

Sesampainya di rumah Jinri, Jieun langsung diobati. Lukanya dibersihkan lalu diperban.

“Nah sudah selelsai.” Ucap Jinri.

“Gomawoyo.” Balas Jieun.

Jieun hanya menatap Jinri. Dia seperti tidak menganggap Soojung ada di sana. Dia juga hanya berterimakasih pada Jinri.

“Sebagai ucapan terimakasihku, mau tidak kau masuk ke geng kami?” Tanya Jieun.

Soojung membulatkan matanya. Dia kaget Jieun bertanya seperti itu pada sahabatnya.

“Jeongmal? Geng kalian itu begitu terkenal… aku mau!” jawab Jinri.

Sungguh diluar dugaan Soojung. Jinri menerima tawaran Jieun.

“Jinri-ya…” ucap Soojung pelan, namun Jinri tidak membalasnya.

 

~~~~

 

Pagi – pagi sekali, seperti biasa Soojung sudah menunggu di depan rumah Jinri untuk berangkat ke sekolah bersama. Tak lama kemudian, Jinri keluar dari rumahnya.

“Jinri-ya, kajja kita berangkat!” ajak Soojung.

“Soojung-ah, mianhe. Hari ini aku berangkat bersama Jieun, Jiyeon, dan juga Suji.” Ucap Jinri.

TIIN  TIIN

Suara klakson mobil terdengar. Mobil Jiyeon sudah berada di depan rumah Jinri. Jinri menunjukan wajah gembiranya.

“Itu dia mereka datang! Kau mau ikut Soojung-ah?”

“Aniyo, kau saja.”

“Anggota baru, silakan masuk mobil!” teriak Jiyeon.

Tanpa berkata – kata lagi, Jinri segera masuk ke dalam mobil Jiyeon. Dan mobil pun berjalan, meninggalkan Soojung yang asih berdiri di depan rumah Jinri. Mendengar kata ‘anggota’ dada Soojung terasa sesak.

 

~~~~

 

Soojung berjalan sendirian di lorong sekolah, hingga tiba – tiba seseorang mengagetkannya.

“SOOJUNG-AH!” ucap Sunyoung.

“Omo! Kau ini memang hobi mengagetkan orang ya?” ucap Soojung.

“Mianhe. Kenapa kau hanya sendirian? Jinri-ya eodisseo?” Tanya Sunyoung.

Soojung tidak menjawab pertanyaan Sunyoung. Dia terlalu focus memperhatikan empat yeoja yang berjalan beriringan dengan gaya yang cukup err… centil. Siapa ladi kalau bukan Jiyeon Cs? Tapi hanya satu yeoja yang paling Soojung fokuskan, Jinri.

“Wae Gurae? Jangan halangi jalan, kami mau lewat!” ucap Jiyeon.

Soojung dan Sunyoung tidak berbicara sepatah katapun. Mereka berdua hanya menyingkir karena Jiyeon Cs mau lewat. Tiba – tiba saja sebuah bola basket mengenai kepala Soojung. Lemparan bola tersebut cukup keras sehingga membuat Soojung tidak sadarkan diri.

Namja yang melempar bola pun segera menghampiri Sojung lalu menggendongnya menuju UKS. Sunyoung mengikutinya dari belakang. Sesampainya di UKS, Sunyoung mengobati kepala Soojung yang agak memar.

“Mianhe, aku tidak sengaja.” Ucap namja itu.

“Gwenchana sunbaenim. Lain kali, berhati – hatilah. Uhm… aku ke kelas dulu ya! Tolong jaga Soojung.” Balas Sunyoung lalu meninggalkan ruangan UKS.

Tak lama kemudian, Soojung pun sadar dari pingsannya.

“Ah, neo gwenchanayo? Apa kepalamu masih sakit? Mianhe, aku melempar bolanya terlalu kencang dan tidak sengaja mengenai kepalamu. Jeongmal Mianhe.” Ucap namja itu.

“Nae gwenchana. Gomawo sudah membawaku ke UKS. Nuguseyo?” Ucap Soojung.

“Choi Minho imnida, aku murid kelas 12. Ireumi mwoeyo?” Tanya namja yang bernama Minho.

“Ah, neoneun sunbae? Joneun Jung Soojung imnida, bangapseumnida.”

“Nado Soojung-ssi, kau kelas berapa?”

“Aku baru saja kelas 10.”

“Ah, keurae?”

 

@Kelas

Sunyoung memasuki kelas. Semua siswa sudah datang, hanya bangku Soojung yang kosong. Dia melirik ke arah Jiyeon yang kelihatan sedang gelisah.

“Waeyo Jiyeonnie?” Tanya Sunyoung.

“Ya! Soojung…eodisseo?” Tanya Jiyeon dengan nada khawatir.

“Wae? Kau khawatir padanya?” Tanya Sunyoung.

“BERITAHU SAJA DIA DIMANA SEKARANG!” bentak Jiyeon.

“Di UKS. Ah, arasseo… kau pasti takut Soojung merebut Minho sunbae darimu?”

Pertanyaan Sunyoung tidak dijawab oleh Jiyeon. Jiyeon justru pergi berlari meninggalkan kelas menuju UKS. Ketika sampai di UKS, dia melihat Minho dan Soojung sedang mengobrol.

‘Mereka terlihat begitu akrab? Lebih baik aku tunggu saja sampai Minho sunbae keluar.’ Gumam Jiyeon.

Tak lama kemudian, Minho keluar dari UKS. Jiyeon pun segera masuk.

“Soojung-ah!” sapa Jiyeon.

“Mwoya?!” Tanya Soojung panic.

“Gwenchana, aku hanya ingin memperingatkanmu agar jangan dekat – dekat dengan Minho sunbaeku!”

“Mwo? Siapa yang mendekatinya? Dia kan hanya menemaniku, memangnya tidak boleh?”

“Tentu saja tidak! Aku harap ini yang terkhir kalinya kalian mengobrol bersama!”

Jiyeon menjitak kepala Soojung tepat di bekas memarnya.

“Ya! Appo!” ringis Soojung.

“Arasseo?!” bentak Jiyeon.

Jiyeon pergi meninggalkan UKS. Beberapa menit kemudian, setelah merasa cukup baik, Soojung juga meninggalkan UKS. Sesampainya di kelas, dia kaget karena Jinri tidak lagi duduk di sebelahnya. Yang duduk disebelahnya kini adalah Sohyun yang tadinya duduk di sebelah Jiyeon.

“Sohyun-ah, kenapa kau bertukar tempat dengan Jinri?” Tanya Soojung.

“Mianhe, mollaseo. Aku disuruh oleh Jinri.” Jawab Sohyun.

“Kau benar Soojung-ah, Jinri sudah berubah.” Ucap Sunyoung yang duduk di belakang Soojung.

Soojung melirik sekilas kea rah Jinri yang sedang asyik bercanda dengan teman – teman ‘baru’nya itu. sungguh tidak disangka ini akan terjadi. Jinri sudah melupakan Soojung.

‘Jinri-ya, apa kau sudah melupakanku? Kita kan sahabat sudah lama… kenapa sekarang kau jadi sering cuek padaku? Kau jadi jarang mengajakku ngobrol seperti dulu. punya teman baru, teman lama dilupakan…’ gumam Soojung.

 

~~~~

 

Soojung dan Sunyoung sedang asyik berjalan – jalan di mall. Taemin yang sedang berjalan sendirian pun tidak sengaja berpapasan dengan Soojung dan Sunyoung.

“Taemin-ah?” ucap Sunyoung.

“Wae gurae?” balas Taemin dingin.

“Kau hanya sendirian? Biasanya kau selalu bersama Jongin?” Tanya Soojung.

“Aniyo. Kalian berdua saja? Mana Jinri?” Taemin balas bertanya, masih dengan nada yang dingin.

“Kami tidak mengajaknya. Dia kan sudah punya teman – teman baru yang jauh lebih cantik, pintar, dan kaya daripada kami.” Ucap Sunyoung kesal.

“Maksudmu Jiyeon Cs? Huh… yeoja itu!” ucap Taemin lagi.

“Aku harap, Jinri akan kembali menjadi sahabatku lagi.” Ucap Soojung pelan.

“Mungkin lebih baik kita tidak usah membahas soal Jinri. Taemin-ah, bagaimana kalau kau bergabung bersama kita? Daripada sendirian?” Tanya Sunyoung.

“Shireo.” Ucap Taemin lalu berjalan meninggalkan Soojung dan Sunyoung.

“Chankaman!” ucap Soojung seraya menarik tangan Taemin yang tadinya berada di dalam saku celana.

“Waeyo?” Tanya Taemin.

“Kenapa pergi? Bagaimana kalau kau bergabung dengan kita saja? Daripada sendirian?” tawar Soojung.

“Aku lebih suka sendiri.” Ucap Taemin.

“Namja ini belum juga berubah.” Ucap Sunyoung pelan.

“Jebal…” Soojung memohon, akhirnya Taemin mengengguk.

Sementara itu, Jinri juga sedang berada di mall yang sama dengan Soojung dan Sunyoung. Dia sedang berjalan – jalan berdua bersama Jiyeon.

“Jinri-ya, kita makan ya? Aku lapar.” Ucap Jiyeon.

“Keurae? Hm.. di sana saja! Ada steak dan juga macam – macam steak.” Ucap Jinri seraya menarik tangan Jiyeon menuju sebuah restoran steak.

Sesampainya di sana, Jinri tidak meneruskan langkahnya. Dia terdiam melihat Taemin yang sedangn ber sama Soojung dan Sunyoung. Mereka terlihat begitu akrab dan mengobrol. Sedangkan ketika bersama Jinri, Taemin tidak sedikitpun mengeluarkan kata.

“Wae gurae?” Tanya Jiyeon.

Jiyeon lalu ikut menatap ke arah Taemin, Soojung dan Sunyoung. Lalu dia tersenyum sinis.

“Kau cemburu pada sahabatmu?” Tanya Jiyeon.

“Sahabat? Ah, Soojung? Aniyo.” Ucap Jinri bohong.

“Tidak usah bohong. Kita kan sahabat sekarang, kenapa kau tidak mau jujur padaku?”

“Kau tahu kan aku suka pada Taemin? Lihat mereka sekarang, begitu akrab! Sedangkan ketika Taemin bersamaku, dia diam saja. Benar – benar namja robot aneh!” Jinri akhirnya cerita.

“Jangan – jangan, Soojung sedang berusaha mendekati Taemin? Coba kau lihat, Taemin terlihat sangat awkward pada Soojung dan Sunyoung. Sementara Soojung justru sebaliknya. Sepertinya sahabatmu itu juga menyukai Taemin. Ketika kau bilang kau suka Taemin, Soojung bilang apa?” Tanya Jiyeon.

“Dia tidak bilang apa – apa. Dia seakan tidak peduli aku suka pada Taemin atau tidak. Yang meresponku hanya Sunyoung.” Ucap Jinri sambil menunduk.

“Benar kan? Soojung itu menyukai Taemin, Jinri-ya!”

“Keurae? Ah, aniyo! Jangan berpikir yang tidak – tidak!” ucap Jinri.

“Dwaetseoyo, kalau begitu kita hampiri mereka. Kita lihat reaksi mereka.” Kini Jiyeon yang menarik tangan Jinri.

Jinri dan Jiyeon pun menghampiri meja Soojung, Taemin, dan Sunyoung. Mereka terlihat kaget.

“Kalian?” ucap Sunyoung.

“Kalian sedang apa?” Tanya Jiyeon.

“Kami hanya mengobrol Jinri-ya.” Jawab Soojung.

“Dengan Taemin?” Tanya Jinri. Taemin yang namanya disebut hanya mengalihkan pandangan.

“Nde, dengan Taemin. Waeyo?” balas Soojung.

“Kenapa kalian terlihat begitu akrab dengan Taemin?” Tanya Jinri lagi.

“Dan kenapa kau terlihat begitu akrab dengan Jiyeon?” Soojung balas bertanya. Jiyeon mengerutkan dahinya.

“Ya, apa maksudmu? Jinri adalah anggota gengku! Bukankah kau sudah tahu?” Tanya Jiyeon.

“Aku tidak bertanya padamu!” ucap Soojung pada Jiyeon.

“Soojung-ah, apa kau menyukai Taemin?” Tanya Jiyeon. Kali ini nada bicaranya benar – benar tidak mengenakan (?).

“Mwo?! Huh… kau ini bicara apa?” balas Soojung.

“Jawab saja Soojung-ah.” ucap Jinri.

“Aku tidak menyukai Taemin.” Ucap Soojung.

“Aku yang menyukai Soojung.” Ucap Taemin yang membuat semuanya kaget, terutama Jinri.

“Mwo? Taemin-ah…” Sunyoung tidak melanjutkan ucapannya.

“Nde, kau dengar? Aku menyukai Soojung.” Kali ini Taemin mengucapkannya sambil menatap Jinri dan Jiyeon.

Jinri benar – benar tidak menyangka kalau Taemin menyukai sahabatnya bukan dia. Apakah Soojung masih sahabat Jinri?

Sama dengan Jinri, Soojung juga tak kalah kaget. Dia mengigit bibir bawahnya. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan Jinri lakukan selanjutnya.

“Kalian…” Jinri pergi meninggalkan Soojung, Taemin, dan Sunyoung. Sementara Jiyeon masih sempat memberikan tatapan menyeramkan pada Soojung, Taemin, dan Sunyoung sebelum pergi mengejar Jinri.

Setelah Jinri pergi, Soojung langsung menatap Taemin.

“Taemin-ah, apa maksudmu tadi?” Tanya Soojung.

“Aku hanya ingin melindungimu.” Ucap Taemin.

“Melindungi? Tadi itu kau justru membahayakanku! Bagaimana kalau Jinri jadi membenciku?”

“Lain kali, gunakan cara lain.” Saran Sunyoung.

“Keunde, aku memang menyukaimu Soojung-ah.”

“Mwo? YA! LEE TAEMIN!” bentak Soojung.

 

~TBC~

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s