Chaptered · FanFiction

[Chaptered] Not Desirable Demeanor (Chapter 2)


not desirable demeanor cover

 

 

Tittle : Not Desirable Demeanor (Chapter 2)

Main Cast : Choi Jinri (Sulli-f(x)) & Jung Soojung (Krystal-f(x)), Lee Taemin (Taemin-Shinee), Choi Minho (Minho-Shinee), Park Sunyoung (Luna-f(x)), Park Jiyeon (Jiyeon-T-ara)

Suppport Cast : kim Jonghyun (Jonghyun-Shinee), Bae Suji (Suzy-Miss A), Lee Jieun (IU)

Genre : Friendship, Romance, School life

Rating : PG 13

Length : Chapter (Series)

Disclaimer : ini adalah chapter 2, semoga makin nyambung yah jalan ceritanya, hehe ._.v chapter ini lebih panjang dikit, diikkiiiiittt bangett dari chapter pertama, saking dikitnya hampir ga ada bedanya -_-  yaudah semoga suka^^

 

 

“Mwo? Andwaeyo! Kau tidak boleh menyukaiku! Shireo!” bentak Soojung.

“Wae?” Tanya Taemin.

“Neo michoseo Taemin-ah? Jinri kan menyukaimu! Ini tidak boleh terjadi!” Soojung meninggalkan Sunyoung dan Taemin

“Kau benar – benar…shh.. kau mengesalkan!” kini Sunyoung juga meninggalkan Taemin.

     Taemin menyenderkan kepalanya ke sandaran kursi. Dia mengehembuskan nafas beratnya.

 

~~~~

 

     Jinri berdiri di depan rumahnya. Dia sedang menunggu mobil Jiyeon untuk berangkat sekolah bersama. Sekarang Soojung sudah tidak pernah lagi berangkat sekolah bersamanya. Terlintas perasaan sedih karena Soojung tidak memenemaninya lagi, tapi dia juga kecewa karena Taemin ternyata menyukai Soojung. Dia masih sangat tidak menyangka.

TIIN TIIN

     Suara klakson menyadarkan lamunan Jinri. Dia langsung mendongak.

“Jangan melamun terus, kajja!” ucap Suji dari dalam mobil Jiyeon.

     Jinri tersenyum. Ternyata teman – temannya sudah datang menjemputnya.

“Ah, Suji-ya!” teriak Jinri sambil menghampiri mobil Jiyeon lalu masuk ke dalamnya.

     Tanpa Jinri sadari, Soojung memperhatikannya dari kejauhan.

“Jinri pasti semakin membenciku karna sikapku kemarin. Apalagi sekarang ditambah Taemin yang menyukaiku, pasti Jinri tambah semakin membenciku. Huh…” gumam Soojung sambil menatap mobil Jiyeon yang mulai berjalan menjauh dari rumah Jinri.

~

 

     Soojung akhirnya berjalan sendirian. Biasanya dia naik bus, tapi entah mengapa belum ada bus yang lewat pagi itu. jadi dia memutuskan untuk berjalan saja.

TIIN TIIN

     Soojung mendongak, ternyata itu mobil Minho.

“Sunbae?” ucap Soojung pelan.

     Minho keluar dari mobilnya lalu menghampiri Soojung.

“Mau ikut denganku?” Tanya Minho.

“Nde? ah, tidak usah, aku jalan saja.” Tolak Soojung halus.

“Waeyo? Gwenchana, kita bisa sekalian pergi bersama. Daripada jalan sendirian?”

“Dwaetseoyo, gomawo.”

     Minho tersenyum. Akhirnya Soojung mau menerima tawarannya. Sepanjang perjalanan, Soojung terlihat sangat canggung. Berbeda dengan Minho yang sesekali manatap Soojung sambil tersenyum.

“Kenapa kau hanya sendirian? Tidak bersama teman?” Tanya Minho.

“Eh? Aku memang biasa pergi ke sekolah sendiri. Wae?”

“Bukankah biasanya kau berangkat bersama dengan temanmu? Kalau tidak salah namanya Jinri? Keunde aku perhatikan sekarang dia jadi lebih akrab dengan Jiyeon. Apa kalian ada masalah?”

“Aniyo, hubungan kami baik – baik saja.”

     Minho hanya mengangguk pelan. Mereka akhirnya sampai di sekolah bersamaan dengan mobil Jiyeon yang juga baru saja parkir. Betapa kagetnya Jiyeon ketika turun dari mobil.

“Jung Soojung? Dia… bersama… Minho sunbae?” Tanya Suji tidak percaya.

“Beraninya dia, awas saja ya!” ucap Jiyeon menghampiri Minho dan Soojung yang aru turun dari mobil juga.

“Oppa.” Panggil Jiyeon pada Minho. Soojung yang melihat Jiyeon hanya menundukkan kepala.

“Kenapa oppa bisa berangkat dengannya?” Tanya Jiyeon sambil melirik sinis pada Soojung.

“Aku tidak sengaja bertemu dengannya di jalan. Wae?”

“Aniyo. Kajja kita jalan bersama.” Jiyeon menarik tangan Minho diikuti oleh Jieun dan Suji. Jinri berjalan paling belakang. Ketika Jinri berpapasan dengan Soojung, Jinri hanya menatap Soojung sebentar lalu menunduk dan pergi menyusul Jiyeon.

‘Huh… aku memang seharusnya tidak berangkat bersama Minho sunbae.’ Gumam Soojung.

     Sampai di kelas. Soojung langsung duduk di bangkunya. Dia melirik ke arah Jinri, dia sedang asyik mengobrol dengan Jiyeon, Suji, dan Jieun. Sunyoung menghampirinya.

“Annyeong Soojung-ah.” sapa Sunyoung.

“Ah, nde annyeong.” Balas Soojung.

“Pasti kau memikirkan Jinri lagi? Sudahlah.”

     Tiba – tiba saja Taemin datang. Dia melirik ke arah Soojung sekilas lalu duduk di bangkunya. Jinri yang melihat Taemin datang langsung menghampirinya.

“Taemin-ah.” sapa Jinri.

“Waeyo?” balas Taemin. Seperti biasanya, sikapnya pada Jinri selalu seperti itu, cuek.

“Uhm… bisa tidak pulang sekolah nanti kita berteemu di taman belakang sekolah? Ada yang ingin aku bicarakan denganmu.”

“Shireo, aku disuruh eommaku agar cepat pulang.”

“Sebentar saja, eommaku juga menyuruhku cepat pulang. Jebal!”

“Dwaetseoyo, jangan lama – lama.”

SKIP~

     Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Jinri dan Taemin sudah berada di taman belakang sekolah sesuai dengan permintaan Jinri.

“Wae gurae? Kau bilang tidak akan lama, lebih baik bicara sekarang.” Ucap Taemin.

“Aku ingin bertanya, apa ucapanmu saat di mall itu serius?” Tanya Jinri.

“Ucapan yang mana?”

“Saat kau bilang kau menyukai Soojung. Apa itu benar?”

“Harus berapa kali aku katakan sih? Itu benar, aku memang sudah menyukai Soojung sejak lama. Wae? Kau tidak suka?”

“Nde, aku tidak suka. Aku tidak mau kau menyukai Soojung. Aku menyukaimu Taemin-ah!”

“Keunde aku tidak menyukaimu.”

“Kenapa harus Soojung? Kenapa? Kau tahu kan bagaimana hubunganku dengan Soojung akhir – akhir ini? Kenapa yeoja yang kau suka itu harus Soojung?”

“Terserah padaku mau menyukai yeoja siapapun itu, sahabatmu, musuhmu, atau siapapun.”

“Bagaimana jika Soojung tidak menyukaimu?”

“Aku akan berusaha untuk mendapatkan hati Soojung, cinta itu harus diperjuangkan.”

     Jinri terdiam setelah mendengar kata – kata Taemin. ‘cinta itu harus diperjuangkan’. Taemin yang melihat Jinri diam saja langsung menepuk bahu Jinri.

“Kenapa malah diam? Sudah selesai? Aku mau pulang.” Ucap Taemin lalu meninggalkan Jinri sendirian yang masih terdiam.

 

~~~~

 

     Jinri dan eommanya sudah berada di sebuah restoran. Mereka duduk di kursi yang bisa diduduki empat orang.

“Eomma, sebenarnya kita mau apa?” Tanya Jinri.

“Eomma akan mengenalkanmu dengan anak dari teman eomma, anaknya tampan lho.”

“Mwo? Jadi eomma menyuruhku cepat pulang karna mau menjodohkanku?! Aku kan masih sma!”

“Tidak perlu panik seperti itu, kalian kan bisa pacaran dulu. lagipula anaknya teman eomma juga masih sma.”

     Jinri hanya membuang nafas berat mendengar ucapan eommanya. Semantara itu, Taemin bersama eommanya sedang dalam perjalanan yang entah menuju ke mana.

“Eomma, kita mau kemana?” Tanya Taemin.

“Menemui yeoja cantik.”

     Taemin tidak mengerti ucapan eommanya. Baru saja dia mau bertanya lagi, mobilnya sudah terlanjur berhenti karena sudah sampai. Mereka sampai di sebuah restoran yang cukup mewah. Setelah sampai di dalam restoran, eomma Taemin langsung menarik tangan Taemin menuju meja yang sudah ditempati seorang yeoja dan ibunya.

‘Yeoja itu… bukankah… Choi Jinri!’ ucap Taemin dalam hati.

“Annyeong, mianhe kami telat.” Ucap eomma Taemin lalu menyuruh Taemin untuk duduk.

     Jinri membulatkan matanya begitu melihat Taemin datang. Perasaannya saat ini antara kaget dan juga senang.

‘Apa eomma mau menjodohkanku dengan Taemin? Jinjja?’ gumam Jinri.

“Jinri-ya, ini anak teman eomma yang tadi eomma ceritakan.”

“Eh? Nde. Annyeonghaseyo.” ucap Jinri sambil menundukkan kepala. Taemin dan eommanya membalas dengan menundukkan kepala juga. Hanya saja Taemin terlihat lebih kaku dibandingkan eommanya.

‘Jangan – jangan eomma mau menjodohkanku dengan yeoja ini? Choi Jinri? Aish… sial sekali aku hari ini!’ gumam Taemin.

“Silakan kalian berkenalan.”

“Choi Jinri imnida.”

“Lee Taemin imnida.”

SKIP~

     Akhirnya, eomma Taemin dan eomma Jinri menyuruh agar Taemin dan Jinri berjalan – jalan berdua. Jinri terlihat senang bisa berjalan berdua dengan Taemin, tapi Taemin justru sebaliknya.

“Kau pasti yang merencanakan semua ini, iya kan?” Tanya Taemin berhenti berjalan.

“Mwo? Aniyo! Kau pikir aku ini tidak ada kerjaan apa? Untuk apa aku meminta eomma untuk menjodohkanku denganmu? Apalagi aku kan masih sma!” balas Jinri sewot.

“Keunde, bukankah kau menyukaiku? Kau pasti bahagia sekali sekarang.”

     Jinri hanya tersenyum mendengar ucapan Taemin. Dia memang sedang bahagia sekali sekarang. Taemin justru tidak suka jika melihat Jinri tersenyum seperti itu. Taemin mengubah posisinya sehingga berhadapan dengan Jinri, lalu dia memegang kedua pundak Jinri.

“Jangan senang dulu, lihat saja nanti aku akan membatalkan perjodohan ini.” Ucap Taemin sambil menatap mata Jinri dalam.

‘Andwaeyo! Jebal, jangan batalkan perjodohan ini! Saranghae Taemin-ah!’ gumam Jinri.

“Aku bingung, sejak kapan eommaku bisa berteman dengan ahjumma yang mempunyai anak sepertimu?” ucap Taemin meledek.

“Mwo?”

“Kau itu bocah, sikapmu belum dewasa, kau bahkan belum pantas masuk sma!” ledek Taemin lalu berlari meninggalkan Jinri.

“Siapa bilang aku seperti itu huh? Dasar jahat! Jangan lari!” Jinri mengejar Taemin.

 

~~~~

 

     Pagi – pagi sekali, Taemin sudah sampai di sekolah. Kelas masih sepi, baru ada dia dan Sunyoung disitu.

“Sunyoung-ah!” panggil Taemin.

“Waeyo?” balas Sunyoung.

“Aku mau minta nomor ponselnya Soojung boleh tidak?”

“Untuk apa?”

“Tentu saja agar aku bisa berkomunikasi dengan Soojung! Jebal.”

“Shireo! kau tahu kan, sejak kejadian di mall Soojung jadi membencimu!”

“Mwo? Keuraeyo?”

“Nde! jadi, jangan coba – coba dekati Soojung lagi!”

“Wae gurae?” Tanya Soojung yang sudah berada di pintu kelas.

“Aniyo, gwenchana.” Ucap Sunyoung.

     Wajah Soojung terlihat tidak bersemangat hari itu. dia pun berjalan menuju bangkunya. Taemin memberikannya senyuman, namun Soojung tidak mau melihatnya sama sekali.

“Benar kan apa kataku, dia membencimu.” Bisik Sunyoung.

“Aku tidak akan menyerah, aku pasti bisa mandapatkan hati Soojung.” Ucap Taemin yakin.

“Terus saja bermimpi, yang akan bisa mendapatkan hati Soojung hanyalah Minho oppa!” bentak Sunyoung.

“Mwo?” Tanya Taemin.

     Sunyoung baru sadar kalau dia sudah salah bicara tadi. Dia lalu menutup mulutnya.

“A..a…aaniyo! lupakan saja!” ucap Sunyoung sambil menggaruk kepalanya karna bingung.

     Sedangkan Taemin hanya menyipitkan matanya bertanda bahwa dia sedang memikirkan ucapan Sunyoung tadi.

 

~~~~

 

     Jinri berjalan keluar kelas dengan langkah pelan. Tiba – tiba saja ponselnya berbunyi. Dia segera mengangkatnya.

“Ye, eomma?”

“Jinri-ya, bisa tidak pulang sekolah kau pergi dulu ke Namsan Park?”

“Untuk apa eomma?”

“Eomma baru saja selesai belanja di dekat N Seoul Tower. Kau mau kan menemani eomma pulang?”

“Memangnya eomma tidak bisa pulang sendiri?”

“Aniyoo… jebal!”

“Arasseo…” Jinri lalu menutup telpon, dia langsung naik bus untuk menjemput eommanya.

     Jinri pun akhirnya sampai di namsan Park. Dia turun di dekat N Seoul Tower. Namun di sana dia tidak melihat eommanya. Akhirnya, Jinri pun memutuskan untuk menaiki menara N Seoul tersebut. Ketika sampai di atas, ada beberapa pasangan yang memasang gembok cinta di situ sambil menikmati pemandangan.

‘Romanstis sekali…hmm…yeoppoda’ gumam Jinri.

“Eomma? Eomma eodiga? Ini Jinri? Eomma? Aku sudah sampai di atas!” ucap Jinri berkali – kali mencoba mencari eommanya.

     Jinri pun akhirnya terus berjalan mencari eommanya hingga tiba – tiba dia bertemu dengan seorang namja berseragam sama sepertinya yang sedang sendirian sambil melihat pemandangan kota seoul. Rambutnya berkibas tertiup angin. Jinri mendekatinya.

“Jeogiyo…” ucap Jinri.

     Namja itu berbalik.

“Lee Taemin!?”

“Choi Jinri?”

“Kenapa kau bias ada di sini?” Tanya Jinri.

“Aku di suruh eommaku menunggu di sini. Dia sedang berbelanja tidak jauh dari sini. Kau sendiri?” Taemin balik bertanya.

“Aku disuruh menjemput eommaku ke sini, katanya dia baru selesai berbelanja.” Setelah Jinri selesai bicara, tiba – tiba ponsel mereka berdua berbunyi bersamaan. Mereka membuka sms meraka masing – masing. Lalu mereka saling bertatapan.

“Kita dijebak.” Ucap Jinri dan Taemin bersamaan.

“Huh… sudah kuduga ini sebelumnya, eommaku jarang sekali ke Namsan Park.” Ucap Taemin.

“Nde, eommaku juga. Keurom, apa yang harus kita lakukan sekarang? Aku sudah mengeluarkan uang untuk sampai ke sini. Huh…” Balas Jinri.

“Aku mau pulang saja, kebetulan aku bawa mobil. Sekarang terserah padamu mau kemana, nanti kalau sudah sampai di rumah, kau bilang saja tadi kita habis berkencan. Ottae?” usul Taemin.

“Keunde… itu kan berbohong…??”

“Gwenchana, tidak akan ada yang tahu! Yasudah… aku pergi dulu ya!” ucap Taemin menepuk pundak Jinri lalu berjalan meninggalkannya.

     Jinri menatap kepergian Taemin. Dia ingin sekali mencegah Taemin agar tetap menemaninya di situ.

“Ta..taem…in….Taemin-ah! Teonajima…” ucap Jinri terbata.

     Taemin mendengar suara Jinri. Dia lalu berbalik dan berjalan menghampiri Jinri.

“Kau bilang apa tadi? Kau menyebut namaku? Waeyo?” Tanya Taemin.

     Jinri menatap Taemin. Matanya mulai berair. Dia pun langsung memeluk namja yang dicintainya itu. Dia memeluknya sangat erat. Sedangkan Taemin hanya diam.

“Kajima… temani aku di sini! Sekali ini saja! Aku ingin berkencan denganmu… jebal!” ucap Jinri sambil menangis.

     Dengan cepat Taemin melepas pelukan Jinri. Dia menatap Jinri dengan tatapan kaget.

“Apa – apaan kau? Pakai peluk – peluk segala! Aku hanya akan memberikan pelukanku pada Soojung! Arsseo?!” bentak Taemin.

“Apa kau begitu membenciku? Wae? Apa aku tidak boleh menyukaimu?”

     Taemin hanya diam. Muncul perasaan iba di hati Taemin melihat Jinri menangis karena menyukainya.

“Mianhe… arasseo! Kita berkencan hari ini, nde?” ucap Taemin.

     Jinri mulai mengehentikan tangisannya. Senyuman mulai terlihat di wajahnya.

“Gomawo.”

     Akhirnya mereka berdua berkencan. Jinri terlihat sangat senang, sedang kan Taemin sebaliknya.

“Dwaetseoyo, kita mau kemana sekarang? “ Tanya Taemin dengan nada bicara yang sangat malas.

“Aku ingin … mmm … ke… Lotte World!” ucap Jinri semangat.

“Mwo? Lotte World? Aku tidak suka ke tempat seperti itu!”

“Waeyo? Tempat itu menyenangkan! Aku ingin ke sana!” ucap Jinri sambil memegang tangan Taemin.

“Huh… arasseo! Kajja.” Taemin akhirnya menyerah, dia menuruti kemauan Jinri.

“Yea… gomawo!”

     Akhirnya mereka berdua pergi ke Lotte World dengan mobil yang dibawa Taemin. Selama perjalanan, mereka hanya diam. Tidak ada satupun yang mau mengajak ngobrol. Jinri takut, sedangkan Taemin sudah pasti tidak mau. Sesampainya di sana, Jinri terlihat begitu senang. Karena pada akhirnya dia bisa juga berkencan dengan Taemin. Walaupun semcara paksa.

     Mereka manaiki banyak wahana di sana. Mereka juga membeli ice cream, aksesoris, dan bando couple. Taemin diam – diam memperhatikan Jinri. Wajah ceria Jinri membuat Taemin tersenyum. Entah mengapa.

“Tersenyum? Apa aku tidak salah lihat?” Tanya Jinri yang tak percaya melihat Taemin yang sedang menatap wajahnya. Taemin pun segera sadar.

“Mwo? Ani…. siapa yang senyum? Jangan kepedean kau!”

 

~~~~

 

     Soojung duduk di sebuah kursi besi di depan kelasnya. Dia melihat beberpa namja yang sedang bermain basket di lapangan. Dan, kejadian yang sama terulang lagi. Dahinya lagi – lagi terkena bola basket.

BUKK

     Namja yang melempar bola langsung menghampiri Soojung.

“Mianhe.” Ucap namja itu.

“Aaahhh… lain kali hati – hati! Appo…” ucap Soojung sambil mengelus jidatnya.

 “Soojung-ah?” Tanya namja itu.

“Eh? Minho sunbae?”

“Gwenchanayo? Ah, aku sudah mengenai bola ke kepalamu dua kali! Jeongmal mianhe.” Ucap namja yang ternyata adalah Minho merasa malu.

“Gwenchana sunbaenim.” Balas Soojung sambil tersenyum.

“Perlu kuantar ke uks lagi?”

“Aniyo, tidak perlu!”

“Dwaetseoyo, aku akan ke lapangan lagi.” Minho lalu pergi kembali ke lapangan meninggalkan Soojung.

“Sunbae yang baik, tampan, tinggi, pintar, dan jadi idola.” Gumam Soojung sambil terus memperhatikan Minho.

 

~~~~

 

     Keeseokan harinya, Taemin berniat untuk mengajak Soojung berkencan. Dia menghampiri bangku Soojung. Soojung sedang asyik membaca sebuah novel.

“Soojung-ah.” Panggil Taemin. Soojung tidak merespon, dia tetap serius dengan novelnya.

“Soojung-ah, mau tidak jika aku mengajakmu berkencan?” Tanya Taemin yang membuat Soojung berhenti membaca novel. Dia lalu menutup novelnya yang sangat tebal itu dengan keras hingga berbunyi.

BAKK (?)

“Mwo? Michoseo…” ucap Soojung lalu berjalan meninggalkan kelas. Taemin pun tidak tinggal diam, dia segera menyusul Soojung. Sunyoung yang melihat kejadian itu hanya menggelengkan kepalanya. Sementara Jinri belum datang.

     Soojung berjalan santai menuju perpustakaan. Sementara Taemin berjalan di belakangnya. Tiba – tiba saja di jalan dia bertabrakan dengan Minho.

BRUK

“Mianhamnida!” ucap Soojung sambil membungkuk. Dia baru saja mau berjalan lagi tapi Minho menahan tangannya.

“Kau mau kemana?” Tanya Minho.

     Taemin yang melihat Minho memegang tangan Soojung langsung melepaskannya.

“Apa –apaan kalian pegangan tangan begini?” ucap Taemin sambil melepaskan tangan Soojung dari Minho.

“Neo nuguya?” Tanya Minho pada Taemin.

“Aku namjachingunya Soojung, wae?”

“BUKAN!” bentak Soojung sambil mengarahkan tatapan geram pada Taemin.

‘Kau sudah kelewat batas Lee Taemin!’ ucap Soojung dalam hati.

“Ya, dia bilang kau bukan namjachingunya!” ucap Minho.

“Soojung-ah, jebal berkencanlah denganku!”

“Shireo!” Soojung membentak lagi.

“Soojung-ah…” Taemin terus memohon.

“Diasudah tidak mau! JANGAN DIPAKSA!” bentak Minho pada Taemin.

 

~TBC~

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s