Chaptered · FanFiction

[Chaptered] Beautiful Tubby (Chapter 3)


beautiful tubby

Title : Beautiful Tubby (Chapter 3)
Namja Casts :
# [EXO-K] Oh Sehun = stolid, cool, sometimes can be sharp, want to be a photographer
# [EXO-K] Byun Baekhyun = kind, sweet, nice, had a gold voice
# [EXO-M] Lu Han = polite, smart, talented, cute
# [EXO-K] Kim Jongin = charismatic, sexy
# [EXO-K] Park Chanyeol = humorist, childish, funny
Yeoja Casts :
~ [OC] Shin Hyori = lazy, really loves to eat
~ [OC] Lee Haena = arrogant, full of abhorence
~ [OC] Kim Yunhee = smart, sharp
~ [OC] Sung Raewoo = tomboy, charismatic
~ [OC] Park Injung = optimistic
Other casts :
>[EXO-K] Kim Joonmyeon (Teacher)
>[OC] Lim Hyerin (Teacher)
Genre : School Life, Romance, Friendship, A little bit sad
Rating : PG 13
Length : Chaptered
Disclaimer :
ide ff ini terinspirasi dari berat badan aku yang sangat tidak ideal, alias gendut -__- semoga pada suka dan tinggalkan jejak apabila sudah selesai membaca, entah itu comment atau like, atau mungkin comment dan like? [NOT FOR SILENT READER AND PLAGIATOR] Hargai karya aku yaaaa^^ happy reading, chingudeul!
Summary :
Namanya Shin Hyori. Siswi kelas satu SMA yang berat badannya melebihi batas normal, atau bisa dibilang, gendut. Badannya bulat, pipinya sangat tembam. Teman – temannya sudah berkali-kali memperingatkannya agar Hyori tidak makan terlalu banyak. Namun percuma, Hyori tidak pernah mau mendengarnya. Dia tidak pernah peduli masalah tubuh langsing dan sebagainya. Dia tetap enjoy walaupun tubuhnya gendut.
Hingga suatu hari, dia bertemu seorang namja yang membuatnya jatuh hati. Dia pun mulai mencoba mendekati namja itu. Di saat dia baru memulai usahanya itu, namja yang dia sukai berkata, “Aku tidak suka yeoja gendut,” dengan ketus.
Pasca namja yang ia sukai berkata seperti itu, dia jadi semakin ingin membuktikan bahwa dia bisa menjadi yang namja itu inginkan.

#Chapter 3#

“Alangkah baiknya apabila orang bertanya itu dijawab, Shin Hyori,” ucap Yunhee yang kesal melihat Hyori terus saja diam. “Shin Hyori, jawab aku.”
“Arrasseo, asalkan kau janji tidak akan beri tahu siapapun!” Yunhee mengangguk.
“Aduh, bagaimana mengatakannya, ya?”
“Aigoo, Hyori-ya, palliwa!”
“Aku menyukai Oh Sehun,” ucap Hyori hampir tanpa suara. Yunhee mengerutkan dahinya. “Apa maksudmu?” Tanya Yunhee tidak mengerti.
“Aku sangat menyukai Sehun.” Kali ini Hyori berbisik. Yunhee menyatukan alis. “Kau menyukainya?”

###

“Sehun-ah, jawab aku!” bentak Luhan yang sudah tidak sabar.
“Apa jika aku memberitahumu, kau akan mengerti perasaanku?” Tanya Sehun. Luhan semakin terlihat bingung. “Kau ingin memberiku solusi atau hanya sekedar ingin tahu? Apa penting jika kau tahu?” lanjut Sehun. Luhan diam saja, dalam hatinya dia sangat penasaran. Tapi, bagaimana dia bisa menolong Sehun kalau sampai saat ini dia masih belum tahu bagaimana perasaan Sehun pada Hyori?
“Tinggalkan aku sendiri.”
“Sehun-ah!”
“Pergi.”

###

Lim sonsaengnim sedang sibuk membimbing murid-muridnya latihan drama.
“Lim sonsaengnim!” ucap Haena sambil mengacungkan tangan kanannya yang masih memegang tongkat peri. Lim sonsaengnim menoleh lalu berjalan menghampiri Haena yang masih memakai kostum ibu peri itu. “Nde, Lee Haena-ssi?”
“Aku tidak setuju dia menjadi Cinderella!” ucap Haena keras sambil menunjuk ke arah Hyori yang sedang duduk istirahat. Bahkan, Baekhyun ada di sebelahnya, mereka sedang berbincang, tadinya.
“Waeyo?” Tanya Lim sonsaengnim bingung.
“Aku tidak suka! Dia tidak pantas menjadi Cinderella, sonsaengnim!”
“Atas dasar apa kau bicara seperti itu?”
Hyori pun tidak tinggal diam. Dia berdiri lalu berjalan menghampiri Haena yang tengah menatapnya geram. “Wae guraeyo, Haena-ya?” tanyanya. Haena menatap Hyori sinis. “Kau hanya akan menjadi wanita penggoda bila kau menjadi Cinderella!”
Kini Baekhyun juga ikutan menghampiri Haena. “Apa maksudmu? Hyori salah apa? Dia kan temanmu!”
“Jangan cari perhatian, oppa!” bentak Haena.
“Kau ini bicara apa?!” Baekhyun membentak juga.
“Aku tidak tahan lagi oppa! Kau sudah berubah! Kau berubah sejak Hyori menjadi Cinderella! Kau terlihat seperti orang yang sedang jatuh cinta pada Hyori, oppa!”
Hening.
“Kalau iya, bagaimana?”
Hyori menatap Baekhyun tak percaya. Matanya mulai digenangi cairan bening. “Kita putus saja oppa…”
Hyori membeku. Dia menatap Haena yang sedang penuh amarah itu dengan takut. Baru kali ini dia melihat sahabatnya yang biasanya ramah itu menjadi semarah ini. Dan ini semua karena dirinya. Tatapannya pun beralih ke Baekhyun yang sedang menatap Haena. Rahangnya bergetar. Dia lalu berlari meninggalkan ruang theater. FB5 yang lain, yang kebetulan juga berada di sana langsung mengejar Baekhyun. Kecuali seorang, Oh Sehun. Dia diam saja.
Sementara mata Haena kini masih tidak menyangka bahwa dia baru saja mengatakan ‘putus’. Dia telah mengakhiri hubungannya dengan Baekhyun. Lututnya melemas dan dia jatuh. Bahunya terguncang menandakan dia sedang menangis. Hyori yang sedari tadi diam mulai melangkah pelan mendekati Haena. Namun, beberapa tangan mencegahnya.
“Minggir, Hyori-ya!” ucap Raewoo yang datang bersama Injung. Mereka membantu Haena berdiri lalu pergi keluar ruang theater.
“Aigoo! Wae irae? Kenapa ada drama di dalam drama?! Apa masih ada yang setuju drama ini dilanjutkan?! Aaaaarrggghhhh!” bentak Lim sonsaengnim kesal lalu pergi. Begitu juga murid-murid yang lain.
Yunhee menghampiri Hyori yang masih berdiri sendirian di tengah-tengah ruang theater. Dia masih menatap kosong ke arah depan. Tidak menyangka drama Cinderella itu hancur secara tidak langsung karena dirinya. Lim sonsaengnim bahkan sangat marah.
“Gwenchana, itulah resiko orang cantik,” ucap Yunhee yang justru menggoda.
“Ya!” sela Hyori.
“Jangan sampai kejadian sepele ini membatalkan drama kelas kita,” ucap Yunhee ketus lalu dia juga pergi. Tinggal Hyori san Sehun yang masih ada di ruang theater. Sehun berjalan menghampiri Hyori sambil tangan kanannya memegang kamera dan tangan kirinya dia masukkan ke saku celana seragamnya. Setelah sampai di sebelah Hyori, dia menatap Hyori sinis.
“Sungguh memalukan,” ucap Sehun. Hyori menoleh. “Sehun sunbae?”

###

Lim sonsaengnim menatap geram Hyori dan Haena yang kini sedang berdiri di hadapannya. Mereka kini sedang berada di ruang guru.
“Apa maksud kalian tadi, huh? Kalian sudah mengacaukan latihan! Apa kalian lupa acara pentas seni akan dilaksanakan bulan depan? Kalian baru tiga kali latihan! Naskah saja masih belum hafal! Dekor latar panggung juga masih berantakan! Persiapan kalian itu masih belum cukup! Apa kalian tidak bisa serius? Kalo begini caranya, lebih baik dramanya kita batalkan saja,” ucap Lim sonsaengnim.
“Aniyo! Sonsaengnim, jebal jeosonghaeyo. Kami janji tidak akan membuat keributan lagi seperti tadi. Jebal, jangan batalkan dramanya!” ucap Hyori memohon. Lim sonsaengnim menghela nafas berat sambil menatap datar Hyori.
“Arrasseo, kita akan tetap lanjutkan drama dengan Hyori yang tetap sebagai Cinderellanya,” tegas Lim sonsaengnim.
“Sonsaengnim!” sela Haena tidak terima.
“Tidak ada waktu lagi, kita haus sering latihan! Dan sepertinya, perubahan pemeran tokoh akan membutuhkan waktu lagi.”

###

Sehun berjalan pelan memasuki kelasnya. Hanya ada Baekhyun di sana, duduk sendirian sambil menenggelamkan kepala di balik tangannya yang dia lipat di atas meja. Mendegar suara langkah kaki, Baekhyun mendongak.
“Sehun-ah?”
Sehun menatap Baekhyun malas. “Kukira kau tidur, padahal aku tidak ingin kau menyadari kehadiranku,” ucapnya.
“Ekhem! Uh, Sehun-ah, kau tidak punya perasaan apa-apa terhadap Hyori kan?”
“Perasaan apa?”
“Maksudku, kau tidak menyukainya kan?”
“Apa yang bisa aku suka darinya?”
“Bagus! Itu yang kuharapkan!”
“Memangnya kenapa? Kau mau pacaran dengannya?”
Baekhyun mengangguk mantap. “Sejak melihatnya menjadi Cinderella, aku merasa dia itu yeoja yang lucu! Walaupun dia gendut dan tembam, tapi dia cantik dan percaya diri!”
Tiba – tiba, terdengar suara langkah sepatu memasuki kelas. Sehun dan Baekhyun terlihat kaget melihat siapa yang datang.
“Lho! Yang lain kemana?!” ucap Kim sonsaengnim bingung melihat kelas yang begitu kosong.

###

Pukul tiga pagi, Hyori harus terbangun dari tidurnya karena ponselnya yang bordering terus menerus. Sudah lebih dari sepuluh kali Hyori mendapat missed call dari Yunhee. Ya, untuk apa lagi? Hyori sudah tahu tujuan Yunhee, mengajaknya berolahraga. Tapi, apa harus sepagi ini? Itu yang dipikirkan Hyori.
“Ya! Shin Hyoriiiiiiiii!!!!!!” teriak Yunhee begitu Hyori menjawab panggilannya.
“Mwo?”
“Sekarang juga kau ganti bajumu, keluar dari kamar lalu turun! Aku ada di teras rumahmu! Palliiiiwwwaaaaa!”
“Aigoo, arrasseo!”
Hyori pun cepat-cepat menutup telpon karena merasa percakapannya dengan Yunhee sudah selesai, juga karena tidak ingin mendengar teriakan Yunhee lagi. Bisa pecah gendang telinganya. Yunhee memang kerjanya marah-marah!
Setelah selesai mengganti baju dan memakai sepatu, Hyori segera turun lalu membuka pintu menuju teras depan rumahnya. Tampak Yunhee sedang duduk menunggunya sambil mengetuk-ngetukkan alas sepatu sebelah kanannya ke lantai dengan kesal.
“Kim Yunhee?” panggil Hyori agak takut Yunhee membentak lagi. Orang yang dipanggil hanya menoleh lalu segera berlari meninggalkan Hyori.
“Ya, Kim Yunhee! Jangan tinggalkan aku!” teriaknya sambil berlari menyusul Yunhee.

###

Sehun kini sedang sarapan bersama kedua orang tuanya. Wajahnya terlihat lesu.
“Sehun-ah, tahun ini kau lulus SMA kan?” Tanya Nyonya Oh. Sehun diam saja, karena dia tahu, pertanyaan seperti itu tidak perlu dijawab. eommoninya pasti tahu sendiri jawabannya.
“DS Entertainment, aboji dengar, mereka akan mengadakan audisi. Bagaimana, kalau kau ikut?” kali ini, Tuan Oh yang bertanya.
“Untuk apa?” Tanya Sehun, terdengar meremehkan.
“Tentu saja agar kau menjadi bintang! Hidupmu akan lebih berwarna daripada harus terus mendekap kameramu itu!” ucap Tuan Oh tegas.
“Nde! Kau kan cukup pandai dalam dance! Tidak ada salahnya kau mencoba untuk ikut audisi!” tambah Nyonya Oh.
“Shireo!” tolak Sehun.
“Wae?” Tanya Nyonya Oh.
“Aku tidak mau! Siapa bilang jadi artis hidup akan lebih berwarna? Justru dengan terus memotret, aku merasa lebih banyak menemukan warna warni kehidupan dari objek fotoku!”
“Keunde, kami hanya ingin kau dapat hidup mandiri!” ucap Nyonya Jung.
“Mandiri? Kalian ingin aku mandiri, atau kalian takut tidak ada waktu untuk mengurusiku karena terlalu sibuk dengan pekerjaan kalian? Aku bisa madiri tanpa harus jadi artis! Aku sudah besar! Aku bahkan bisa hidup tanpa kalian! Kalian bahkan tidak pernah bisa mengerti keinginan dan perasaanku! Apa kalian pantas disebut orang tua?”
PLAKK!
Satu tamparan dari Tuan Oh sukses mengenai pipi mulus Sehun. Sementara Nyonya Jung justru sibuk menangis. Rahang Sehun bergetar, tangannya dikepal. Setiap orang yang melihatnya pasti bisa menebak kalau Sehun sedang bersiap-siap meninju orang di hadapannya, abojinya. Tapi, tidak bagi Sehun. Dia tidak akan bertindak sejauh itu. Setelah diam selama beberapa detik, Sehun akhirnya menggendong tasnya lalu pergi ke sekolah tanpa pamitan.
Orang tua macam apa mereka? Sungguh menyebalkan.

###

Hyori bersiap-siap berangkat sekolah. Dia menutup pagar rumahnya. Tanpa sengaja, dia melihat Haena sedang berjalan sendirian memakai seragam yang sama dengannya. Hyori tersenyum lalu menghampiri Haena.
“Haena-ya!” ucap Hyori sambil merangkul bahu Haena.
“Menyingkirlah!” ucap Haena kesal tanpa menatap Hyori lalu kembali berjalan. Hyori menggigit bibir bawahnya.
Flashback on
Hyori dan Haena keluar dari ruang guru dengan wajah yang sama-sama lesu.
“Haena-ya,” panggil Hyori. Haena diam saja. “Mianheyo, aku jadi merasa bersalah soal Baekhyun sunbae,” lanjutnya.
“Memang seharusnya begitu! Kau memang sudah seharusnya merasa bersalah! Karena ini semua salahmu! Aku bahkan sampai putus dengan Baekhyun oppa! Aku membencimu!” teriak Haena lalu meninggalkan Hyori sendirian.
Flashback off

“Apa dia semarah itu padaku? Aku bahkan tidak tahu kalau Baekhyun oppa bisa sampai menyukaiku,” ucap Hyori.

###

Seperti biasanya, hari Sehun pergi ke sekolah dengan motor besar putihnya. Yeoja mana yang tidak tertarik melihat Oh Sehun yang keren mengendarai motor besar putih yang juga keren. Tidak jarang banyak yeoja yang terpesona melihat Sehun sampai di tempat parkir, apalagi ketika dia melepas helm.
Begitu Sehun sampai di gerbang sekolah, dia tidak sengaja menyerempet seorang yeoja pendek dan gendut yang sedang berjalan. Yeoja itu terjatuh sambil memegangi lututnya yang berdarah. “Aaaakkhh… appo!” ringisnya.
Sehun mengerem mendadak motornya di pinggir gerbang. Sehun segera berlari panik menghampiri yeoja gendut itu. “Neo gwenchana?” Tanya Sehun. Yeoja itu mendongak. “Sehun sunbae?”
Setelah Sehun mengetahui bahwa yang tidak sengaja ia serempet itu Hyori, Sehun langsung berdiri. Dia mengurungkan niatnya untuk membantu Hyori. “Sunbaenim, wae gurae?” Tanya Hyori yang sangat berharap Sehun mau menolongnya. Lagipula, ini juga salah Sehun sendiri.
Sehun sama sekali tidak merespon perkataan Hyori dan justru dia malah kembali menaikki motornya lalu mencari tempat parkir. Jinjja! Dia memang sunbae yang tidak punya hati! Apa dia sebenci itu padaku? Lututku berdarah seperti ini saja dia masih tidak mau menolongku? Aigoo, apa yang membuatku bisa jatuh cinta padanya? Keunde, bagaimanapun juga aku harus kurus! Aku harus menunjukkannya pada Sehun sunbae bahwa dalam waktu kurang dari lima bulan aku bisa kurus. Hyori terus mengumpat dalam hati.
Di saat dia sedang memandangi kepergian Sehun, sebuah uluran tangan menghalangi pandangannya. Hyori pun menoleh, ternyata ada Baekhyun di sebelah kanannya. “Neo gwenchana?” tanyanya sambil tersenyum. Hyori tidak menjawab. Dia hanya tersenyum lalu menggapai uluran tangan Baekhyun. Tanpa mereka sadari, Haena memperhatikan mereka. Tatapannya benar-benar menakutkan. “Shin Hyori! Awas saja kau!”
Baekhyun pun membantu Hyori berdiri. “Kenapa kau bisa ada di sini? Dan… oh! Kenapa lututmu?” Tanya Baekhyun yang dengan tiba-tiba berjongkok lalu melihat luka di lutut Hyori. “Kenapa bisa luka seperti ini? Apa yang terjadi?” Tanya Baekhyun lagi. Kali ini nada bicaranya agak terdengar panik.
“Nan gwenchana, sunbaenim,” jawab Hyori.
“Aniyo! Kita ke UKS sekarang. Kajja!” ajak Baekhyun sambil menuntuk Hyori berjalan. Sementara itu, tidak hanya Haena yang sedang memperhatikan mereka. Tetapi juga…
Sehun.

###

Baekhyun mengobati luka Hyori dengan sangat hati-hati. Sementara Hyori masih merasa canggung. “Nah, sudah selesai!” ucap Baekhyun setelah selesai mengobati dan menutup luka Hyori dengan perban. “Gomawo, sunbaenim.”
“Kau harus lebih berhati-hati lagi, jangan sampai terserempet motor lagi seperti tadi. Arra?” Hyori mengangguk pelan. Baekhyun tersenyum lalu mengacak pelan poni Hyori.
“Baekhyun sunbae, ada yang ingin kukatakan padamu.”
“Mwo?”
“Aku rasa, mulai sekarang, kita harus mejaga jarak. Aku tidak ingin ada yang salah paham. Jujur, sejak kejadian kemarin, hubunganku dengan Haena menjadi kurang baik. Aku tidak ingin membuatnya marah lagi. Aku harap, sunbae bisa mengerti.”
“Jadi kau menolakku?”
“Nde?”
“Apa kau masih belum mengerti? Kau masih belum bisa merasakannya? Aku ini menyukaimu. Saat pertama melihatmu menjadi Cinderella, entah mengapa aku terpesona. Aku merasa kau itu cantik dan lucu. Dan setelah aku mengenalmu, kau itu orangnya baik. Dan, aku tidak merasa menyesal mendekatimu. Apa kau tidak bisa menerima perasaanku?”
Hyori menggelengkan kepalanya sambil menatap Baekhyun tidak percaya. “Sunbae, kau menyukaiku? Bagaimana mungkin?” kenapa justru Baekhyun sunbae yang menyukaiku? Kenapa orang yang kuharapkan mencintaiku justru mebenciku?
“Sunbae, kau sudah menyakiti hati Haena! Seharusnya sunbae minta maaf padanya! Keurigu, mianhe. Aku tidak bisa menerima perasaanmu,” ucap Hyori sambil beranjak lalu pergi meninggalkan Baekhyun.

###

“Aigoo, mana Hyori? Apa dia tidak tahu hari ini latihan pada jam pelajaran pertama? Kenapa dia masih belum datang juga?” Tanya Lim sonsaengnim sambil terus melihat ke arah jam tangannya.
“Sonsaengnim, sebaiknya kitamulai saja dulu latihannya. Untuk masalah adegan Cinderella, kita lewat dulu saja. Ottae?” usul Haena yang sudah memakai baju peri.
“Haena-ssi, tidak bisa seperti itu! Cinderella adalah peran utama! Hampir di setiap adegan terdapat Cinderella. Huh! Kalau tahu begini, lebih baik drama ini kita batalkan saja! Hyori sendiri yang meminta drama ini dilanjutkan saja belum datang sampai sekarang. Kemana dia?”
“Jeosonghamnida, sonsaengnim,” ucap seseorang. Lim sonsaengnim menoleh, ternyata itu Hyori, dia datang dan kini sedang menghampirinya dengan cara berjalannya yang agak pincang dan lututnya yang diperban. “Tadi ada sedikit kecelakaan kecil, jadi aku harus mengobati lukaku dulu di UKS. Jeongmal jeosonghamnida,” ucapnya sekali lagi sambil membungkuk tepat di hadapan Lim sonsaengnim.
Lim sonsaengnim menghela nafas berat. “Arrasseo, cepat ganti bajumu sekarang! Teman – teman yang lain sudah menunggu!”
Huh! Aku yakin dia tidak mengobati lukanya sendiri. Pasti Baekhyun oppa yang mengobatinya. Dasar pembohong, Pikir Haena dalam hati.

###

Hyori memasuki kelasnya sambil menenteng tas. Hari itu masih pagi. Di kelasnya, Haena, Raewoo, dan Injung duduk bersama. Hyori pun berniat untuk menghampiri mereka. Setelah menyimpan tasnya, Hyori pun menepuk pelan pundak Haena.
“Annyeong, Haena-ya! annyeong, Raewoo-ya! Injung-ah!” sapa Hyori. Haena yang disapa oleh Hyori justru melepaskan tangan Hyori dari pundaknya dengan kasar lalu pergi keluar kelas.
“Ada apa dengannya?” gumam Hyori yang masih terdengar oleh Raewoo dan Injung.
“Kau masih bertanya ‘ada apa dengannya?’ apa kau lupa kejadian kemarin, Hyori-ya? Haena dan Baekhyun sunbae putus gara-gara kau! Dan sekarang apa kau akan pura-pura tidak bersalah? Atau kau pura-pura melupakan masalah itu?” Tanya Raewoo emosi lalu meninggalkan kelas juga.
“Jadi kalian menyalahkan aku juga? Aku tidak tahu apa-apa, jeongmal,” ucap Hyori.
“Begini, Hyori-ya, aku tidak tahu harus bilang apalagi. Keunde, ucapan Raewoo ada benarnya. Lebih baik kau minta maaf pada Haena. Haena sudah sangat sakit hati karena ulahmu,” ucap Injung.
“Ulahku? Aku berulah apa? Kenapa kalian seperti ini? Aku bahkan masih tidak mengerti apa salahku! Aku bahkan tidak pernah meminta Baekhyun oppa untuk menyukaiku! Dan lagipula, aku sudah meminta maaf pada Haena!”
“Itulah kesalahanmu, membuat Baekhyun sunbae menyukaimu.”

###

Hyori dan Yunhee duduk di bawah pohon dengan nafas yang terengah-engah. Mereka baru saja selesai melakukan jogging rutin yang kesekian kalinya unuk menurunkan berat badan Hyori.
“Ini, minumlah,” ucap Yunhee sambil menyodorkan sebotol air mineral ke arah Hyori dan satu lagi yang berada di genggamannya.
“Bagus! Kudengar beratmu turun lima kilo! Benarkah itu?” Tanya Yunhee.
“Tentu saja benar! Ini semua berkat kau! Gomawoyo!” Yunhee hanya menggangguk sambil tersenyum tipis sambil mencubit pipi Hyori. “Pipimu bahkan tidak se-chubby dulu!” Mereka lalu meminum air minum mereka masing-masing dengan cepat. Dan botol pun menjadi kosong.
“Melelahkan ya?” Tanya Hyori. Yunhee lagi-lagi hanya tersenyum tipis.
“Yunhee-ya, ada yang ingin kutanyakan padamu. Kenapa akhir-akhir ini aku jarang melihat Sehun sunbae?”
“Neo mollasseo? Sehun sunbae pergi ke Tokyo untuk lomba fotografi. Dia diikutkan oleh sekolah. Mungkin akan agak lama?”
Wajah Hyori seketika berubah murung. “Tidak perlu sedih. Aku yakin dalam sebulan kau akan kurus! Saat Sehun sunbae pulang nanti, kau buktikan padanya kalau kau bisa kurus!”
“Sebulan? Itu kan lama!”

###

“Kabur dari rumah?” Tanya Jongin sambil menyetir. Sehun kini duduk di sebelahnya. Mereka sedang menuju bandara. Lomba fotografi itu memang bukan lomba antar sekolah, tetapi lomba yang dibuka untuk umum. Tapi walaupun begitu, Sehun sudah mendapat izin dari sekolah.
“Nde, kalaupun meminta izin, aku tidak akan dibolehkan. Jadi aku hanya meninggalkan surat di kamarku, aku bilang saja mau mengunjungi paman,” jawab Sehun.
“Kau hebat bisa ikut lomba fotografi, sepertinya foto-toto yang kau kirimkan itu bagus-bagus ya? Kau satu-satunya murid SMA yang mengikuti lomba itu. Jangan buat malu sekolah kita!”
“Kalau kalah aku tidak akan membawa nama sekolah, kecuali kalau menang.”
“Keunde, kenapa kau mengirimkan foto-fotomu ke perlombaan fotografi di Tokyo? Kenapa tidak di Korea saja?”
“Aku memotret pemandangan-pemandangan di Tokyo sewaktu aku liburan di sana. Fotonya sudah agak lama. Lagipula persyaratannya foto yang diambil tiga tahun terakhir. Buktinya aku dipanggil.”
“Kapan kau akan pulang?”
“Belum juga aku berangkat kau sudah bertanya kapan aku pulang. Aku mau mengunjungi pamanku dulu. Dia sedang sakit. Mungkin, paling lama, sebulan.”
“Neo micheoso? Bagaimana dengan sekolahmu?”
“Gwenchana, aku sudah izin.”
Mereka pun sampai di bandara. Sehun segera membuka pintu mobil Jongin lalu pergi begitu saja. “Ck! Anak itu…”

###

One month later…
PROK PROK PROK!
Suara tepuk tangan memenuhi ruangan theater ketika seorang yeoja berpakaian layaknya sonsaengnim memasuki ruangan. Lim Hyerin. Yeoja itu wali kelas 10-1, kelas yang akan mempentaskan drama. Tamu yang datang tidak terlalu banyak, hanya beberapa siswa dan orang tua seluruh siswa kelas 10.
“Baiklah, kalau begitu, langsung saja kita ke acara selanjutnya. Pementasan drama dari kelas 10-1!”
Lim sonsaengnim meninggalkan ruangan. Lampu theater mulai meredup. Cahaya terang seketika tirai terbuka memperlihatkan dekorasi dan background panggung yang memperlihatkan ruangan tengah di sebuah rumah besar. Tampak seorang yeoja cantik keluar dengan pakaian lusuh.
Para penonton mulai berbisik-bisik. FB5 juga ikut menonton, begitu juga Sehun. Dia sudah pulang lomba. “Ya, Sehun-ah! Coba kau perhatikan! Yeoja yang menjadi Cinderella itu, cantik sekali bukan? Dia bahkan terlihat kurus,” ucap Baekhyun.
Sehun hanya menatap datar yeoja cantik yang menjadi Cinderella itu. Dia tidak merepon ucapan Baekhyun. Tatapan Sehun sulit diartikan ketika melihat yeoja yang berperan sebagai Cinderella itu. Entah terpesona, atau justru muak.
“Apa kau tahu siapa yeoja itu? Kau tidak tertarik untuk mengetahuinya?” Tanya Baekhyun. Sehun masih diam.
“Memangnya dia siapa? Apa dia bukan Hyori? Dia terlihat seperti orang lain,” kini justru Luhan yang duduk di sebelah Sehun bertanya pada Baekhyun.
“Kalian benar-benar tidak tahu? Dia itu…

#TBC#

Gimana gimana? Penasaran ngga sama kelanjutannya? Semoga ngga jadi ngebosenin ya ffnya^^
Mian for typo
Silakan tinggalkan komennya!

Advertisements

24 thoughts on “[Chaptered] Beautiful Tubby (Chapter 3)

  1. Aaaa akhrinya update juga ‘o’ Luna here~
    Heena itu minta diapain biar engga emosian? #plak Kasian Hyori kalau begitu 😦
    Sepertinya ada hal yang menyebabkan Sehun dingin seperti itu. Tingkah lakunya sangat mencurigakan jika sudah menyangkut Hyori (?) Jangan-jangan… #syokgeje wkwkwk.
    Ditunggu chapter berikutnya~ Aku bener-bener penasaran >_<

      1. Hehehe, habis, barengan sama aku on di pc sih, jadi langsung aja baca plus komen xD Oke, akan kutunggu :3

  2. Annyeong~ aku readers baru disini ^^ keren banget ini FF nya jadi keingetan dream high tapi ternyata beda lagi u.u daebakk! Ditunggu chapter berikutnya~ 🙂

  3. Aigoo ternyata udh ke update.. Huh kesel bnget sma haena.. Eh tor yeoja yg jdi cinderella itu hyorin kn? Iya kn? Hahaha tmbh penasaran aku tor,next chaptx jgn lma” ya tor jebal.. 🙂

  4. chapter 3nya udah keluar XD, itu sehun nya malu malu kucing, wkwk. Tapi haena terlalu over, adooh -,- ditunggu lanjutannya ya ….

  5. Aaaaaaa udah nunggu lama ternyata updatenya disini-_-
    udah nunggu sampai buluk(?)–v
    tapi keren kok thor=DD

  6. pasti hyori kannn,oiya thor sblmnya di chap 1 dan 2 aku sdh komen tapi di wp lain,aku kirain blm ada lanjutannya ternyata lanjutannya disini,keep writing 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s