FanFiction · Oneshot

[One Shot] Await (Sequel of Beautiful Tubby)


awaitcover

Title : Await (Sequel of Beautiful Tubby)

Main Cast :
>> [EXO-K] Oh Sehun
>> [OC] Shin Hyori

Other Cast :
>> [EXO-K] Do Kyungsoo
>> [OC] Lee Eunsin
>> [OC] Takegawa Miho
>> and another casts of ‘Beautiful Tubby’

Genre : Romance

Rated : PG 13

Length : One Shot

Disclaimer : ff ini adalah sequel dari ‘Beautiful Tubby’

Summary :

Setelah mengetahui perasaan Sehun yang sebenarnya, Hyori terharu. Dia berjanji kepada dirinya sendiri untuk menunggu Sehun sampai dia kembali. Dia saat-saat penantiannya itu, namja lain mendekatinya. Namja yang tidak kalah tampan, dan juga menarik bagi Hyori. Di saat Hyori setia menunggu Sehun, namja itu juga setia menemani Hyori. Bahkan dia juga setia untuk menunggu perasaan Hyori berpaling dari Sehun.

_Await_

5 years later…

“Cut!”

Adegan pun selesai dimainkan. Para kru yang bertugas segera membereskan peralatan meninggalkan tempat. Nampak seorang yeoja cantik dan seorang namja tampan berjalan menghampiri sutradara.

“Hari ini cukup sampai di sini saja!” ucap si sutradara.

“Gamsahamnida!” seru semuanya sambil membungkuk ke arah sutradara.

Si yeoja cantik itu menghampiri meja rias untuk mengambil minum lalu meneguknya hingga habis. Lokasi syuting mereka di luar ruangan. Meja rias berada di bawah pohon yang rindang. Rambutnya tertiup mengikuti arah angin. Seorang namja tampan menghampirinya.

“Jalhanda!” serunya sambil tersenyum ke arah yeoja cantik itu.

“Kau juga sudah bekerja dengan baik hari ini Kyungsoo sunbae,” balas yeoja itu, juga dengan senyuman. Senyuman yang membuat Kyungsoo terpana dan jatuh hati.

“Nde. Besok, kita harus lebih baik lagi, Hyori-ssi! Besok adalah syuting terakhir! Aku harap, drama kita bisa laris nantinya.”

“Keurae!”
Yeoja yang bernama lengkap Shin Hyori itu segera membereskan barang-barangnya lalu dimasukkan ke dalam mobil di bantu oleh menejernya.

“Aku duluan, sunbaenim!” serunya sambil melambaikan tangan sebelum masuk ke mobil.

Kyungsoo membalasnya dengan senyum cerah. Setelah Hyori pergi, Kyungsoo baru berkemas lalu mengambil kunci mobilnya. Baru saja dia mau masuk ke mobil, seseorang memanggilnya.

“Kyungsoo sunbae!”

Kyungsoo menoleh ke belakang, mendapati seorang yeoja yang sedang menenteng tasnya. Yeoja itu juga merupakan lawan mainnya, selain Hyori.

“Waeyo?” Tanya Kyungsoo.

“Aku ikut pulang boleh? Menejerku tidak bisa menjemputku!”

“Mianhe, Eunsin-ah, aku sibuk.”

“Wae?”

Kyungsoo tidak menjawab pertanyaan Eunsin dan justru malah masuk ke dalam mobilnya dan menyalakan mesin. Mobil Kyungsoo pun berjalan meninggalkan Eunsin.

“Sial!”

_***_

CKRIIIK!

CKRIIIK!

CKRIIIIK!

Seorang fotografer yang berparas menawan itu tidak berhenti memotret setiap pose model-model cantik di hadapannya. Model-model untuk majalah terkenal Asia, yang membuat namanya kini sudah tak asing lagi. Hasil fotonya selalu bagus-bagus. Dia terlihat sangat mencintai pekerjaannya. Pekerjaan di mana dia tidak akan pernah lepas dengan kameranya. Latar tempat yang begitu indah, taman yang berada di daerah pegunungan, dengan udara yang begitu sejuk, menambah semangat fotografer tampan itu untuk terus memotret.

“Ya! cukup!” seru Sehun.

Setelah beberapa kali berpose, akhirnya pemotretan selesai juga. Si fotografer membungkuk sopan sambil berterimakasih kepada kru-kru yang lain. Begitu juga sebaliknya. Dia pun segera menjauh dari kerumunan saat mengetahui ponselnya bergetar.

“Yeoboseyo?”

“Sehun-ah! Bagaimana kau di sana? Baik-baik saja, kan? Kenapa tidak pernah menghubungiku?! Kapan kau akan ke Seoul? Kami semua sudah merindukanmu!” suara Luhan, sahabatnya di seberang telepon membuatnya tersenyum.

“Nde, rencananya besok. Aku juga kebetulan ada job di sana. Kalian bagaimana? Sehat semua kan?”

“Tentu saja! Makanya kau cepat ke sini, Sehun-ah! Kami ingin sekali bertemu denganmu! Banyak yang berubah semenjak kau pergi!”

“Arrasseo, kalian tunggu saja aku. Aku berangkat besok.”

“Keurae! Kami akan menggumu. Jaga dirimu Sehun-ah!”

“Nde!”

Tuut tuut tuut

Telepon sudah terputus. Sehun memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celananya. Dia kemudian tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan.

“Shin Hyori, sudah seperti apa dia sekarang?” gumamnya.

“Shin Hyori? Siapa itu?” suara seorang perempuan dengan bahasa korea yang belum fasih. Yeja itu menghampiri Sehun lalu berdiri di sampingnya sambil tersenyum.

“Ah, Miho-ssi!”

_***_

Haena dan Yunhee kini sedang duduk di sofa sebuah coffee shop. Mereka sedang menunggu seseorang yang telah berjanji akan menemui mereka berdua.

“Apa benar dia akan datang, Yunhee-ya?” Tanya Haena sambil melihat jam tangannya.

“Dia bilang sih, katanya dia mau datang. Entahlah, padahal dia sendiri kan sedang sibuk.”

“Aku masih benar-benar tidak menyangka, Hyori yang dulunya gendut, tembam, pendek, dan kurang dilirik orang, bisa sampai menjadi aktris yang cantik, kurus, dan mempesona.”

“Nde, rasanya baru saja kemarin dia berhasil diet.”
Mereka pun kembali diam. Menunggu Hyori. Beberapa menit kemudian, Hyori datang. Dia langsung saja duduk di sebelah Haena.

“Ya! gabjagiya!” teriak Haena kaget karena tiba-tiba Hyori sudah ada di sebelahnya.

“Annyeong! Kalian sudah lama menunggu?” Tanya Hyori.

“Cukup lama,” jawab Yunhee. Hyori hanya memperlihatkan deretan giginya.

“Jadi, sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan dengan kami? Atau, ada yang ingin kau tanyakan?” Tanya Haena.

“Ehm, apa Sehun sunbae belum memberikan kabar apapun pada kalian?” Haena dan Yunhee menggeleng bersamaan. Hyori menghela nafas.

“Dia benar-benar sunbae yang bodoh! Kenapa dia meninggalkanku begitu lama? Huh!”

“Ngomong-ngomong, kapan kau selesai syuting?” Tanya Haena.

“Hanya tinggal seminggu lagi, ini bukan drama yang panjang. Lagipula, episode satu juga sudah mulai ditayangkan, kan?”

“Nde! Aku sudah menontonnya bersama Yunhee! Aktingmu keren sekali! Kau terlihat begitu serasi dengan Kyungsoo oppa! Waaahhh! Kyungsoo oppa juga benar-benar tampan!” Haena antusias.

“Gomawo.”

“Apa Injung menjalankan tugasnya dengan baik sebagai menejermu?”

“Baik, sangat baik.”

“Hyori-ya, apa kau tahu kalau Sehun sunbae menjadi fotografer untuk majalah terkenal Asia?” Tanya Haena sambil mencari sesuatu di dalam tasnya. Hyori menggeleng pelan. “Jinjja?”

“Ah, ini dia!” seru Haena sambil mengeluarkan sebuah majalah dari dalam tasnya. Dia lalu menaruhnya di atas meja. Dia mulai membuka-buka halaman majalah tersebut, hingga dia menemukan beberapa foto-foto model cantik dengan latarnya yang juga tak kalah cantik.

“Ya! lihatlah ini! Ini semua hasil foto Sehun sunbae! Keren sekali bukan? Lihat! Bahkan namanya tertera jelas di sini!” Haena mulai menunjuk-nunjuk nama fotografer yang berada di sudut-sudut foto. Menakjubkan. Foto-foto ini begitu indah, batin Hyori yang begitu terpesona melihat hasil-hasil foto Sehun.

“Model-model di sini tidak ada yang jelek! Bagaimana kalau Sehun sunbae menjalin hubungan dengan salah satu dari mereka? Atau bahkan semuanya? Ah, benar! Kau tahu Takegawa Miho kan? Dia kan model Jepang yang sangat cantik?” ucap Yunhee.

“Ya! kau ini bicara apa?! Maldo andwae! Kau lupa? Sehun sunbae itu hanya mencintai Hyori! Jangan bicara sembarangan!” bentak Haena.

“Aku tidak bicara sembarangan! Aku hanya bertanya!”
Mendengar perkataan teman-temannya, Hyori terdiam. Mendadak, perasaannya menjadi ragu pada Sehun. Apakah Sehun masih mencintainya seperti lima tahun lalu? Bahkan setelah lama tidak bertemu? Sehun sunbae tampan, dan model-model itu juga cantik. Bukan sesuatu yang mustahil kan, jika mereka menjalin hubungan?

“Hyori-ya, neo gwenchana?” Haena mengguncang bahu Hyori pelan. Hyori pun tersadar. “Ah, nde! Gwenchana.”

“Pasti karena ucapanmu! Hyori pasti jadi ragu pada Sehun sunbae! Tenanglah, Shin Hyori, kau lebih cantik dari mereka.”

Hyori berdiri. “Aku duluan ya. kita bicara lain kali saja.”
Selesai berbicara, Hyori langsung keluar dari café. Perasaannya kalut. Dia ingin sendiri.

Sementara di dalam café, Haena sedang menatap geram Yunhee.

“Jangan salahkan aku! Ini masalah keyakinan!”

_***_

Seorang penata rias sedang sibuk merapikan rambut Hyori. Setelah selesai, Hyori pun tersenyum. “Gamsahamnida,” ucap Hyori. Saat dia sedang sendiri, menunggu syuting adegannya, Hyori mengambil naskah. Dia mulai manghafalkannya. Seseorang tiba-tiba menepuk bahunya hingga membuatnya kaget.

“Gabjagi!” seru Hyori. Kyungsoo yang menepuk bahunya itu terkekeh pelan lalu duduk di samping Hyori. Senyumannya masih belum pudar. Sesekali dia melirik ke arah Hyori yang masih serius dengan naskahnya.

“Hyori-ssi,” panggilnya.

“Hmm?” Hyori masih belum melepaskan pandangannya dari naskah.

“Setelah syuting kita selesai nanti, apa kau ada waktu?” Tanya Kyungsoo.

“Ada. Memangnya kenapa?”

“Aku ingin, jalan-jalan denganmu. Kau tidak keberatan, kan?”

_***_

Eunsin terlihat begitu gelisah sambil sesekali mencoba untuk menghubungi Kyungsoo, namun ponselnya tidak aktif.

“Eottokhe, Eunim-ah? Kyungsoo sunbae pergi ke mana?” Tanya Eunsin agak panik kepada temannya. Mereka kini sedang berada di rumah Eunsin.

“Molla. Kenapa tidak kau biarkan saja mereka? Kau tidak perlu memikirkannya,” ucap Eunim yang begitu malas membahas persoalan ini.

“Mereka pergi hanya berdua! Bagaimana kalau Kyungsoo sunbae semakin menyukai Hyori? Hilang sudah kesempatanku!” umpat Eunsin sambil melipat kedua tangannya di atas perut.

“Aigoo, kau selalu seperti ini! Selalu saja membicarakan Kyungsoo sunbae itu yang tidak pernah menyukaimu sama sekali, iya kan? Kapan kau akan sadar? Dia itu hanya menganggapmu sebagai rekan. Lagipula, kalaupun memang dia menyukaimu, Kyungsoo sunbae terlalu baik untukmu!” ledek Eunim.

“Ya!” Eunsin membentak Eunim kesal sambil memukul bahunya. Eunim meringis sambil mengelus-elus bahunya.

“Kenapa aku dipukul?”

_***_

“Ini untukmu,” ucap Kyungsoo sambil menyerahkan salah satu es krim coklat yang ada di tangannya. Hyori tersenyum sambil menerimanya. Mereka sedang bersandar di pagar (?) jembatan sungai Han. Mereka hanya memakai topi sebagai bentuk penyamaran.

Setelah insiden (?) pemberian es krim dari Kyungsoo, suasana kembali hening dan canggung. Sama-sama malu untuk mengawali pembicaraan.

“Kenapa diam saja, sunbae?” Tanya Hyori.

Kyungsoo jadi gelagapan. “Ah, ani, gwenchana. Aku hanya gugup.”

“Gugup?”

“Eoh? Gugup… nde, gugup!”

“Kau gugup hanya karena jalan-jalan denganku?” Tanya Hyori. Kini tatapannya mulai terlihat tak suka dan menjauhkan dirinya dari Kyungsoo.

“A…a…aniyo! Keuge–”

“Keumanhe! Bukankah sudah kubilang kalau aku hanya menganggapmu sebagai sunbaeku saja? Tidak lebih!”

Kyungsoo yang tadinya gugup kini jadi terlihat marah.

“Keurom, apa kau akan tetap setia menunggu si Sehun brengsek itu?”

PLAAKK

Tanpa sadar, Hyori menampar Kyungsoo. Tangannya bergetar hebat setelah melakukan hal yang sangat tidak ia duga. Tapi, dia melakukannya karena ucapan Kyungsoo yang emang tidak pantas. Hening. Hyori masih sibuk mengatur nafas. Sementara Kyungsoo sama sekali tidak menyentuh pipinya stelah ditampar Hyori.

“Se..Se…Sehun sunbae bukan orang yang brengsek,” ucap Hyori terbata.

“Jeongmalyo? Apa kau begitu yakin? Jika memang dia mencintaimu, dia tidak akan meninggalkanmu seperti ini! Dia pasti akan selalu ada di sampingmu!”

Hyori diam saja. Es krim yang dia pegang terjatuh. Dia lalu pergi meningalkan Kyungsoo tanpa basa-basi.

_***_

Sehun menarik kopernya memasuki bandara setelah turun dari taksi. Sebelum benar-benar memasuki bandara, Sehun merogoh saku jaket yang dikenakannya. Dia mengeluarkan selembar foto. Foto seorang yeoja cantik dan imut berpipi tembam sedang tertawa lebar. Shin Hyori.
Tersenyum. Itulah ekspresi yang selalu Sehun tunjukkan setiap melihat hasil fotonya itu. Hyori yang terlihat bahagia, bukan Hyori yang menangis lima tahun lalu saat meminta Sehun untuk membalas perasaannya. Karena Hyori lah, Sehun berada di bandara saat ini. Setelah puas memandangi foto Hyori, Sehun kembali memasukkannya ke dalam saku jaketnya. Dengan penuh keyakinan, Sehun pun memasukki bandara.

“Huh! Untung saja jarak Tokyo dan Seoul tidak terlalu jauh! Tunggu aku, Shin Hyori.”

_***_

“Apa katanya?” Tanya Jongin setelah Baekhyun selesai berbicara dengan Luhan di telepon.

“Sehun sudah di bandara. Dia akan berangkat ke Korea hari ini,” ucap Baekhyun dengan senyum di wajahnya.

“Jinjja? Wooaahhh!! Kabar bagus!” seru Chanyeol sambil bertepuk tangan.

“Baguslah, lebih cepat dia kembali, lebih baik. Ah, keurae, apa Hyori sudah tahu soal ini?” Tanya Jongin. Baekhyun menggeleng.

“Sepertinya tidak. Karena ini akan menjadi kejutan untuknya. Luhan menyuruh kita untuk ke rumahnya. Lebih baik kita berangkat sekarang!”

_***_

Hyori sibuk memasukkan baju-baju dan barang-barangnya ke dalam koper. Sementara menejernya, Park Injung, sibuk menenangkan diri melihat sikap Hyori.

“Aigoo, Hyori-ya, keumanhe! Kau mau ke mana?”

“Aku butuh liburan setelah syuting, Injung-ah! Jangan halangi aku!” balas Hyori yang belum berhenti dengan kesibukkannya.

“Keunde, bagaimana dengan Sehun sunbae? Bagaimana jika dia kembali?”

Hyori menghentikan aktifitasnya. Tatapannya kosong setelah mendengar nama orang yang paling ia rindukan itu. Dan pada akhirnya, dia memutuskan untuk tidak menjawab sama sekali dan kembali memasukkan barang-barangnya. Injung mendesah berat.

“Shin Hyori, kau ini hanya emosi. Jangan seperti ini. Ini bukan Hyori yang kukenal, hm?” Injung mencoba menenangkan Hyori sambil menepuk bahunya. Namun yang dilakukan Hyori justru menepisnya dengan kasar.

“Pergilah! Dan jangan sebut-sebut nama sunbae bodoh itu lagi!”

“Shin Hyori…”

“Kalau kau memang menunggunya, tunggu saja sana! Aku tidak mau, aku sudah cukup bersabar! Semua kata-kata yang dia tulis di surat itu palsu! Aku tidak percaya! Aaarrrrgghh!” Hyori berteriak. Tangisannya mulai memecah. Lututnya melemas dan dia pun terjatuh. Injung ikut berlutut sambil mengelus-elus rambut panjang Hyori. “Gwenchana, Hyori-ya. uljima…”

_***_

From : Do Kyungsoo Sunbaenim

Aku tidak bermaksud menyakiti hatimu kemarin, mianhe. Aku harap, kita masih bisa bertemu dan kau masih mau menemuiku. Jeongmal mianheyo, Hyori-ssi. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Seharusnya aku mencontoh dirimu yang begitu setia menunggu Oh Sehun, seperti aku yang seharusnya setia menunggumu.

Hyori menatap datar sms dari Kyungsoo. Dia sama sekali tidak ada niat untuk membalasnya. Dia pikir, pada awalnya Kyungsoo menyukainya hanya pada saat hari-hari pertama syuting. Tapi ternyata sampai drama sudah hampir habis ditayangkan pun dia masih tetap menyukai Hyori. Hal itu membuat Hyori simpati sekaligus kesal dan risih. Dia menganggap hubungannya dengan Kyungsoo hanya sebatas sunbae dan hoobae saja, tidak lebih. Untung saja Hyori masih berperasaan. Dia pun membalasnya.

To : Do Kyungsoo Sunbaenim

Nde, gwenchana. Gomawo~

Sent. Hyori rasa itu cukup untuk membalasnya.

_***_

Kyungsoo duduk canggung di hadapan Hyori. Dia sendiri yang meminta Hyori untuk menemuinya.

“Keurom, mianhe,” ucap Kyungsoo mencoba mengawali pembicaraan karena sedari tadi mereka hanya diam.

“Aku kan sudah memaafkanmu, sunbaenim.”
“Ah, keurae, aku lupa.”

Kyungsoo jadi terlihat sangat kikuk.

“Sudahlah sunbae, langsung ke intinya saja. Ada apa kau menemuiku?”

“E..ee…. aku…”

Ponsel Hyori tiba-tiba berbunyi. Kyungsoo pun menghentikan ucapannya yang masih gelagapan itu.

“Sebentar ya, sunbae,” ujar Hyori sambil merogoh tasnya.

“Aniyo, gwenchana.”

Setelah menemukan ponselnya, Hyori segera mengangkatnya.

“Yeoboseyo?”

“Shin Hyori! Bisakah kau ke rumahku sekarang? Ada kabar baik untukmu!” seru Yunhee.

“Memangnya ada apa?”

“Sehun sunbae! Dia akan pulang!”

Hyori menganga. “Jeongmalyo?”

Tangannya bergetar.

“Ehm, Hyori-ssi…aku tidak ingin ada kecanggungan di antara kita… ”
Hyori tidak mengubris ucapan Kyungsoo.

“Aku ingin kau panggil aku oppa,” ucap Kyungsoo dengan gugup.
Kali ini Hyori mendongak lalu menatap ke arah Kyungsoo. Dia masih belum memutus sambungan telponnya dengan Yunhee.

“Hyori-ya, yeoboseyo? Hyori-ya!”

“Sunbae bilang apa tadi?” Tanya Hyori tidak percaya.

“Pa-panggil aku oppa, nde? Jebalyo…”
Hyori mengerjapkan matanya berkali-kali. Dia lalu segera sadar dan segera menempelkan ponselnya di telinganya lagi.

“Ah, Yunhee-ya! mianhe, tunggu aku. Aku ke sana sekarang!”
Hyori segera memasukkan ponselnya ke tasnya.

“Kau mau ke mana?” Tanya Kyungsoo kebingungan melihat tingkah Hyori.

“Aku ada urusan, mianhe!”

Hyori pun berlari keluar dan mendapati Injung sudah menunggunya. Dia lalu pergi ke rumah Yunhee. Kyungsoo terdiam, dia tertawa getir.

“Sulit sekali ya? sulit walau hanya memintanya untuk memanggilku oppa.”

_***_

Mobil Yunhee berhenti di depan bandara. Hyori segera turun, sementara Yunhee, Haena, Raewoo, dan Injung menunggu di mobil.

“Hyori-ya, hwaiting! Kau harus menemukannya!”

“Nde! Gomawo!”

Hyori lalu berlari memasuki bandara. Dengan menggunakan kacamata hitam, pandangannya sibuk mencari sosok jangkung dan kurus Oh Sehun.
Sementara di luar, mobil Luhan baru saja sampai. Semuanya keluar dari mobil Luhan. Yunhee yang melihat itu tidak diam saja, dia segera turun untuk mencegah Luhan dan yang lainnya masuk.

“Jangan masuk!” teriak Yunhee.

“Wae? Apa Hyori ada di dalam?” Tanya Luhan.

“Nde, biarkan saja Hyori yang menemui Sehun terlebih dahulu.”

“Arrasseo,” ucap Baekhyun, Jongin, dan Chanyeol hampir bersamaan.

_***_

Sehun berjalan sambil menarik kopernya. Senyuman tidak bisa ia hilangkan dari wajahnya. Dia tidak sabar menemui Hyori, orang yang paling ingin ia temui saat ini.

GREB!

Seseorang mendekapnya dengan erat dari belakang. Sehun melepasnya lalu menoleh. Model cantik itu, Takegawa Miho.

“Sehun-ssi! Akhirnya aku menemukanmu!” serunya sambil tersenyum dengan bahasa korea yang tidak terlalu fasih.

“Kau… mengikutiku sampai ke korea?”

“Hm! Aku berada di pesawat yang sama denganmu. Begitu aku tahu kau akan ke korea, aku tidak bisa tinggal diam.”

“Wae?”

“Oh Sehun, aishiteru!

Sehun terbengong mendengar pernyataan Miho. Dan tiba-tiba saja, bibirnya sudah ditutupi oleh bibir Miho.

_***_

Hyori terdiam. Tangannya bergetar. Keringat dingin membasahi dahinya. Jantungnya berdebar sangat cepat. Di hadapannya, seorang Oh Sehun sedang berciuman dengan, ya, tentu saja Hyori kenal, Takegawa Miho.

Matanya terasa perih melihat Sehun yang diam saja terhadap perlakuan Miho. Mata Hyori kini mulai digenangi air mata. Dia lalu melepas kacamatanya, membiarkan orang-orang yang berlalu-lalang melihat wajahnya, seorang Shin Hyori, menangis di bandara.

Miho melepaskan ciumannya dari Sehun. Dia tersenyum menunggu jawaban Sehun.

“Pulanglah,” ucap Sehun masih dengan tatapan kosong, entah shock, atau apa karena tiba-tiba Miho menciumnya.

Hai?

“Kedatanganmu ke sini sia-sia, karena aku tidak merasakan hal yang sama denganmu, gomen.”

Miho berkaca-kaca, kepalnya menggeleng-geleng tanda ia tidak terima dengan keputusan Sehun. “Aku bersungguh-sungguh, pulanglah.”

Miho menggigit bibir bawahnya lalu berlari kencang meninggalkan Sehun. Sementara Sehun hanya mendesah berat. Dia lalu kembali berjalan sambil menunduk. Hingga dia melihat sepasang sepatu coklat di hadapannya. Sehun mendongak dan mendapati Hyori sedang menangis sambil menatap marah ke arahnya.

“Omo! Hyori-ya, sudah berapa lama kau di sini?!” Sehun mendadak panik.

“Nappeun!” Hyori menampar pipi Sehun lalu berlari keluar bandara.

“Shin Hyori!”

Sehun tidak tinggal diam, dia segera mengejar Hyori. Sampai di luar, Yunhee mencegat Hyori.

“Hyori-ya, wae gurae?!”

Hyori tidak sanggup menjawab. Air matanya semakin deras keluar. Dia pun kembali berlari. Selang beberapa detik, Sehun keluar, dan yang mencegatnya adalah Luhan.

“Apa yang terjadi pada kalian?”

“Akan kujelaskan nanti!” Sehun kembali berlari mengejar Hyori.
Hyori berlari sangat kencang, tapi Sehun tak kalah kencang.
Kyungsoo yang kebetulan sedang berjalan kaki pulang melihat Hyori. Wae gurae? Kenapa namja itu mengejar Hyori? Batin Kyungsoo. Tanpa pikir panjang, Kyungsoo menyusul mereka berdua.

Hyori sampai di jalan buntu. Dia semakin panik ketika Sehun berlari mendekatinya. Semakin dekat, hingga Hyori baru sadar kalau tubuhnya sudah dipeluk oleh Sehun.

“Lepaskan aku!” teriak Hyori, bersamaan dengan kedatangan Kyungsoo.

“Neo nuguya?!” Tanya Kyungsoo.

Sehun melepas pelukannya. Dia lalu memandang Kyungsoo sinis.

“Kau sendiri siapa?” Tanya Sehun.

“J-jangan kasar pada Hyori!” ucap Kyungsoo.

“Kyungsoo sunbae!” seru Hyori sambil menghampiri Kyungsoo.

“Bagaimana kau bisa ada di sini? Kau bahkan tidak menggunakan penyamaran!” seru Hyori. “Aku melihatmu tadi, lalu aku putuskan untuk mengikutimu.”

“Kalian ada hubungan apa?” Tanya Sehun.

“Aku, orang yang mencintai Hyori!” seru Kyungsoo dengan penuh keyakinan.

“Kalian pacaran?” Hyori menggeleng.

“Hyori-ya, yang tadi kau lihat itu salah paham! Aku sama sekali tidak menyukai dia! Kau tahu kan? Selama ini aku hanya pergi dan kembali untukmu. Jebal, percayalah padaku!”

“Kau pasti, Oh Sehun!” tebak Kyungsoo. Sehun mengangguk pelan. Kyungsoo terlihat geram lalu berjalan menghampiri Sehun. “Ya! kau orang yang telah tega menyakiti Hyori, kan? Kau orang bodoh yang sudah meninggalkannya, kan?”

“Aku tidak meninggalkan Hyori untuk selamanya! Buktinya aku kembali! Lagipula, ini bukti cintaku pada Hyori. Aku menganggap ini adalah ujian bagi kami. Hyori diuji untuk tetap setia menungguku, dan aku juga diuji untuk tetap setia pada Hyori, tidak mendekati yeoja manapun, dan hanya kembali untuk Hyori.”

Hyori tertegun mendengar perkataan Sehun. Air mata di pipinya kini sudah mengering.

“Keurom, bagaimana bisa sunbae dekat dengan Takegawa Miho?” Tanya Hyori.

“Kami hanya rekan kerja, aku tidak memiliki rasa apapun padanya. Percayalah padaku, perasaanku masih sama seperti lima tahun yang lalu.”

Kyungsoo tidak suka melihat pemandangan di depan matanya ini. Dia sungguh tidak ingin Hyori kembali pada Sehun.

“Arrasseo! Lebih baik, kau tentukan pilihan sekarang! Aku… atau Sehun!” tegas Kyungsoo.

Hyori menghela nafas lalu mulai melangkahkan kaki ke arah Kyungsoo dan Sehun yang berdiri sebelahan. Kyungsoo nampak harap-harap cemas, tetapi Sehun justru terlihat tenang. Dia merasa yakin Hyori akan memilihnya. Namun Hyori menghentikan langkahnya tepat di depan Sehun dan Kyungsoo. Dia menatap Kyungsoo, merasa dipilih, Kyungsoo tersenyum ke arah Hyori. Sementara Sehun mulai panik.

“Mianhe, sunbaenim,” ucap Hyori membuat senyuman Kyungsoo pudar.

“Nde?”

“Aku tidak pernah memiliki perasaan yang sama denganmu.”
Sebuah senyuman mulai tergambar di wajah Sehun, itu artinya, Hyori memilihnya.

“Jeongmal mianheyo, sunbae.”

Kyungsoo terdiam. Dia melirik kea rah Sehun yang kini sedang tersenyum puas. Namun setelahnya, Kyungsoo tetap mencoba tersenyum ke arah Hyori.

“Keurae, gwenchana. Kau tidak perlu merasa bersalah,” ucap Kyungsoo sambil berjalan pergi melewati Hyori.

Tinggalah berdua, Hyori dan Sehun. Keduanya masih diam.

“Jadi, kau memilihku?” Tanya Sehun.

“Asalkan oppa berjanji tidak akan berciuman dengan model cantik lainnya lagi!”

“Aku akan menepai janjiku!” ucap Sehun begitu yakin. Senyumannya semakin lebar. Hingga dia sadar akan sesuatu. “Kau… memanggilku apa barusan?”

“Karena kau bukan lagi sunbaeku di sekolah, aku rasa sudah tidak perlu lagi memanggilmu dengan sebutan sunbae!” Hyori kini tidak bisa lagi menahan senyumnya.

“Keurae! Panggil aku oppa seterusnya!” seru Sehun sambil menarik Hyori ke dalam pelukannya lalu menciumnya lembut.

_***_

2 days later…

Do Kyungsoo sedang berada di perjalanan menuju pertemuan dengan para pemain dan kru untuk drama terbarunya. Setelah sampai, dengan tergesa Kyungsoo memasuki ruangan pertemuan, diikuti oleh menejernya.

“Joeonghamnida, aku terlambat!” seru Kyungsoo sambil membungkuk.

“Gwenchana, masuklah,” ucap si produser.

Kyungsoo pun duduk di sebelah yeoja yang akan menjadi lawan mainnya. Mereka berdua akan menjadi peran utama. “Kyungsoo sunbae?”
Kyungsoo menoleh ke arah yeoja di sebelahnya. “Lee Eunsin?”

_***_

“Senangnya kau kembali, Sehun-ah!” ucap Jongin sambil berbaring di atas tempat tidur di kamar Sehun.

“Ya! apa kau ada rencana untuk menikahi Hyori?” Tanya Chanyeol iseng. Sehun hanya tersenyum membalasnya.

“Bukan Sehun yang akan menikah, tapi aku!” seru Baekhyun sambil menyerahkan beberapa lembar undangan pertunangan ke pada teman-temannya.

“Woaah! Kau memang berjodoh dengan Haena!” seru Jongin sambil membaca undangan itu. Baekhyun hanya tersenyum sambil mengangguk pelan.

“Datanglah dengan pasangan masing-masing! Sehun-ah, kau harus mengajak Hyori, arra?” pinta Baekhyun sambil menunjuk tepat di depan wajah Sehun. “Aish!” Sehun menepisnya, namun pada akhirnya tersenyum lalu mengangguk.

“Ya, apa kau akan mengajak Raewoo?” Tanya Chanyeol pada Jongin.

“Mungkin. Kau sendiri, apa kau akan mengajak Injung?”

“Karena tidak ada pilihan lain, sepertinya iya! Butuh waktu lebih lama untuk mendekati yeoja baru!”

“Dasar!”

“Apa menurut kalian, Yunhee akan mau kuajak?” Tanya Luhan meminta pendapat teman-temannya.

“Sepertinya, kau harus berjuang!” ucap Sehun.

_***_

“Tada! Ini dia! Bagus tidak?” Tanya Haena yang terlihat begitu gembira sambil melempar-lemparkan undangan pertunangannya ke pada teman-temannya.

“Kau mau bertunangan? kenapa cepat sekali?” Tanya Raewoo sambil membaca undangan.

“Memangnya tidak boleh? Daripada kau, belum punya pacar!” Haena malah meledek. Raewoo hanya mengendus.

“Ah! ajak juga Lim dan Kim saem! mereka kan pengantin baru!” usul Injung.

“Benar! Semuanya harus datang yaaa!!! Yang tidak punya pasangan tidak boleh datang!” seru Haena jahil.

“YAAA!!” teriak Raewoo dan Injung bersamaan. Sementara Yunhee hanya melipat tangannya. “Jinjja!”

_END_

Ngga ada yang dipertanyakan lagi kan? Aku harap sequelnya memuaskan!^_^
Maaf kalo masih ada/banyak typo ._.V
Coment please!

Advertisements

46 thoughts on “[One Shot] Await (Sequel of Beautiful Tubby)

    1. haha ha
      waduh, sequel lagi ??? 😮
      kayanya bukan sequel deh, paling rencananya aku pengen bikin semacam side story gitu, tapi ngga tau kapan.
      makasih udah komen yaa^^

  1. Kyaa bru bca sequelx,huhu bgus bnget. Buat side story dong tor,kyk crita slnjutx. Pnsaran sma hbnganx hyohun couple smpai menikah dan punya anak. Aku tg3 ff lainx tor,fighting.! 😀

  2. Daebak thor!! Like it 😀
    Bikin side story donk thor, abis aku suka banget ama HyoHun couple… Jadi gak rela bgt kalo cerita nya tamat #Lebey-_-

    Pokoknya Keep writing thor!! ^o^

    1. makasih udah komen^^
      kalo side story, aku masih belum jamin bakal bikin, tapi bukan hyori-sehun yg bakal jadi main castnya, mereka cuma jadi support cast.

  3. Waa~ akhirnya mereka bersatu :3 Maap thor aku gak komen di setiap chapter soalnya aku ngebut sih bacanya, jadi langsung lanjut aja ._. Komennya aku jadiin satu aja disini ya? Ehehe :3 Yang jelas aku suka, terutama sama mereka yang kok setia banget gitu T^T Aku kan juga pengen kayak mereka #nangisdipojokan. Apalagi Sehun sama Hyori itu jodoh banget :< Masing-masing dapet pasangan. Ahh~ bahagianya hidup mereka :"" Yunhee sama Luhan, haha si cewek dingin sama si cowok hangat (?) jadinya kayak gimana ya entar? Entah. Intinya aku kasihan sama Kyungsoo yang udah gak dipilih eh disuruh ngeliat mereka berduaan XD Maaf Kyungsoo, tapi Hyori bukan takdirmu~ Oke kok ini panjang banget? Maaf lagi-lagi nyampah~~ terus berkarya ya thor~ Hwaiting (^_^)9

  4. wah wah daebak ..
    bagus banget ..
    sehun gak menikah kah ..?
    tapi tetap bagus kok thor ..
    good luck untuk author

  5. Akhirnya nemu juga sequel nya…
    Ahhh senanngggg,, tapi kok kayanya nya ngegantung yh thor
    Kenapa gak buat chapter aja chingu biar seru^^
    Ak suka ff ini thor
    Tapi mian ak baru coment di sini
    Hehehehehe
    Ditunggu lanjutannya atau chapterannya yh thor
    Heheheheh 😀
    Semangat buat Author 🙂

  6. Huaaa… seneng banget sama sequel yang ini.. soalnya yang akhir ep endingnya nge gantung banget.. daebak banget thor sumpah…aku suka banget thor.. katanya author bikin side Story ya? Sudah ada kah?

  7. Kasihan banget Kyungsoo xD :v
    Cieee Baekhyun sama Haena bakal tunangan, Yang lain kapan nyusul xD :v
    Ffnya Kereennn!! Tapi menurut saya kecepetan, coba kalo di hubungan Kyungsoo, Eunsin, Sehun, Miho, dan Hyori dibikin rumit gitulah pasti bakalan seru hehehe 😀
    Bkin sequel lagi dong :v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s